Benarkah Pajak E-Commerce akan Segera Diberlakukan?

pajak e-commerce

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dikabarkan akan segera mengenakan pajak bagi para pelaku e-commerce. Pajak yang perlu disetor oleh para pelaku bisnis online ini nantinya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan (PPh) serta PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah). Pajak e-commerce ini akan mulai berlaku per 1 April 2019.

 

Peraturan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Untuk membayar pajak ini, pedagang online. Perihal PPh Final dikenakan sebanyak 0.5% jika omset tidak melebihi Rp 4.8miliar per tahun. Selain itu, batasan atau tresshold UKM yang dikenakan pajak juga akan diturunkan. Sedangkan untuk para pedagang dengan omzet lebih dari Rp 4,8 miliar dalam setahun, maka dikenakan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melaksanakan kewajiban terkait PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pajak e-commerce : sekilas tentang bagaimana penerapannya

 

Dalam penyetoran pajak, pemerintah dikabarkan juga akan bekerja sama dengan marketplace, atau sebuah lokasi jual beli produk dimana para seller dan para konsumen bertemu, seperti Lazada, Tokopedia, BukaLapak, dan sebagainya. Marketplace tersebut akan bertindak sebagai penyetor pajak pelaku e-commerce. Penyedia platform marketplace disini wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penjuaan barang milik penyedia platform. Lalu, penyedia marketplace wajib melaporkan rekapitulasi transaksi yang dilakukan oleh pedagang pengguna platform.

 

Selain itu, pemerintah juga akan membuat level of playing field atau level yang sama untuk para pelaku bisnis konvensional maupun pelaku e-commerce, terkait aturan pajak. Perpajakkan ini juga berlaku bagi pelaku usaha konvensional kecil dan menengah (UKM).

 

Aturan pajak ini masih dibuat berdasarkan geografi, konteks penghasilkan, usaha barang berwujud. Dalam pengaturan pajak e-commerce, pemerintah belum menjelaskan lebih jauh tentang info-info tersebut. Perihal platform seperti di luar dan media sosial masih ditinjau kembali namun penjualan di platform media sosial juga akan dikenakan pajak. Termasuk transaksi digital ekonomi dimana sifat barang tidak berwujud.

 

Dalam membangun penjualan di e-commerce, terdapat strategi yang tepat agar penjualan di e-commerce meningkat. Maka dari itu, peran konsultan digital marketing sangatlah penting. Tak hanya memberikan masukan, namun konsultan juga akan mengiringi langkah yang Anda ambil untuk bisnis Anda.

Siapa Bilang Ritel Fisik Mati saat Digitalisasi Menguat?

ritel offline

Dalam sesi panel MarkPlus Conference 2019 di bulan Desember lalu, Erika Oktora dari Google Indonesia memaparkan bahwa pergerakan ekonomi masih didominasi oleh para ritel offline. Seperti Amerika Serikat, penjualan ritel masih mencapai 90% offline walaupun tercatat pelaku e-commerce besar banyak bernaung di sana, termasuk Amazon.

 

Ini disebabkan karena konsumen yang sangat demanding, konsumen semakin tak sabar untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Maka itu, perusahaan harus sangat tanggap dan menjawab mereka baik secara offline maupun online.

 

Di sisi lain, walaupun pencarian sudah online, pembelian pun masih banyak yang offline. Namun, potensi e-commerce Indonesia masih besar hingga mencapai niai total sebesar Rp 8 triliun tahun 2017 dan akan meningkat lagi hingga USD 55-65 miliar pada tahun 2022, menurut McKinsey.

 

Lantas, bagaimana kabar ritel offline jika kanal online meningkat?

 

Konsumen masih saja memanfaatkan kanal online. Menurut Erika, konsumen akan menggunakan omnichannel, yakni sebuah model bisnis lintas kanal dari offline hingga online. Terdapat sebuah tahapan untuk meningkatkan penjualan di toko ritel offline, lalu meningkatkan penjualan toko online, lalu keduanya diintegrasikan menjadi omnichannel.

 

Yang terpenting, menurut Erika, adalah edukasi konsumen. Promosi melalui kanal online sangatlah penting. Giant, ritel asal Malaysia, mendorong belanja offline dengan TruView YouTube. Penjualan ritel Giant meningkat hingga 20%, brand awareness di Internet meningkat hingga 18%, dan engagement pun juga meningkat hingga 4,5 kali berkat strategi promosi ini. Menarik, bukan? Tak sedikit pemasar yang melakukan omnichannel dalam bisnisnya.

 

Omnichannel sangatlah penting. Maka dari itu, ritel offline atau fisik pun tidaklah mati. Bagaimana tidak? Konsumen Indonesia sangat terkoneksi dengan Internet. Terdapat 130 juta orang Indonesia yang menggunakan internet dan mereka menggunakan internet setiap harinya. Internet menjadi keseharian masyarakat Indonesia.

 

Dalam pengaplikasian Omnichannel, terdapat strategi dan tahap-tahap tertentu. Pengaplikasian omnichannel ini tidak boleh sembarangan dilakukan. Maka dari itu, peran konsultan digital marketing masih sangat dibutuhkan agar “bermain” dalam omnichannel pun lebih tertata. Tak hanya langkah-langkah omnichannel, mereka juga membantu agar perusahaan menjadi lebih dekat dengan konsumen.

Inilah Tren-Tren dalam Media Sosial di Tahun 2019

tren media sosial

Marketing dalam media sosial sangat booming bagi para pelaku bisnis akhir-akhir ini. Dengan adanya media sosial, perusahaan bisa mengetahui kebiasaan konsumen, tren saat ini, hingga lebih dekat dengan konsumen. Amaury Treguer―Head of di The Haus―sebuah agensi marketing dan layanan manajemen asal Australia, memberikan prediksi tren media sosial tahun ini.

 

Berikut ini adalah tren media sosial selama dua belas tahun ke depan – buckle up!

 

Serba Vertikal – Video dan gambar jadi serba vertikal

Setelah Pinterest mengeluarkan gambar yang semuanya vertikal, lalu Snapchat, kemudian Instagram menerapkannya pada fitur Stories maupun IGTV, konsumen akan cenderung melihat semuanya yang serba vertikal.

 

Konten vertikal ini sangatlah worth-viewing. Menurut riset yang dilakukan Instagram sendiri, millenials saat ini tidak mau “direpotkan” dengan harus memutar layar ponsel mereka. Bahkan, YouTube pun telah melakukan riset dan menemukan kebanyakan penonton berasal dari ponsel. Ini membuat mereka mulai merilis iklan-iklan berbentuk vertikal.

 

Jika dibandingkan dengan foto, video masih menjadi pemenang dalam konten. Instagram telah mengubah video vertikal menjadi sangat-sangat populer dan kegiatan menonton video ini meningkat hingga 80% per tahunnya.

 

Ingin jump on the bandwagon? Buat format video yang fleksibel maupun foto dengan rasio 9:16 ataupun square. Berikan sedikit emosi pada storyline dan buatlah mereka peduli – pasti mereka akan secara otomatis share konten tersebut.

 

Para Nano-Influencer Beraksi

Lupakan influencer dengan followers ratusan ribu atau yang biasa disebut micro influencers. Tahun ini, nano influencer atau influencer dengan 100 hingga 10,000 followers akan sangat populer tahun iini.

 

Nano Infuencer ini diprediksi akan menjadi populer karena mereka memang memiliki followers yang kurang, namun mereka sangat-sangat dekat dengan followers mereka. Dengan begini, mereka mampu membangun kepercayaan, engagement, maupun empati dari penggemar mereka.

 

Influencer marketing telah menggantikan format tradisional digital advertising karena lebih terpersonalisasi, dan lebih terpercaya.   menyatakan bahwa 80% dari brand menyadari bahwa Instagram menjadi platform utama mereka untuk berkolaborasi dan 70% audiens akan mencari tahu tentang produk tersebut secara langsung tanpa perlu advertising secara tradisional.

 

Nano Influencer ini tak hanya mudah untuk dikontak, mereka sangat influential dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak – bahkan gratis pun bisa. Mereka sangat mudah untuk diajak kerja sama. Win-win, bukan?

 

Tren media sosial juga termasuk hal-hal ini, lho!

 

Meme

Karena popularitas meme, para advertisers jadi menyukai cara ini untuk memasarkan produk mereka. Video pendek atau foto dengan copywriting yang sangat jenius saat kini sangat-sangatlah game changer dalam dunia media sosial.

 

Memang sulit dalam membuat copywriting yang pintar, mengundang tawa, namun menarik. Tetapi pemasaran lewat meme akan populer tahun ini. Hati-hati juga terhadap copycats karena kemudahan untuk pemasaran jenis ini!

 

Iklan dalam Aplikasi Messaging

Tak hanya chatbot, tahun ini, iklan akan “menyerbu” aplikasi Messaging. Banyak orang mendedikasikan waktunya untuk menggunakan satu platform messaging, dan ini sangat-sangat membantu para advertisers. Messaging ini juga akan memudahkan para brand untuk lebih dekat dengan konsumen mereka.

 

Kemungkinan tahun ini, WhatsApp akan memulai fitur ini setelah mereka berhasil menghadirkan fitur chat dengan e-commerce. WhatsApp akan membuat iklan yang lebih terpersonalisasi, interaktif, dan terkontrol dengan A.I.

 

Dengan banyaknya tren-tren media sosial tahun ini, diperlukan langkah yang tepat untuk marketing. Disinilah peran konsultan digital marketing sangat dibutuhkan agar tidak memilih langkah yang salah dalam marketing.

Memilih Naratif yang Tepat untuk Branding

naratif yang tepat

Branding sangatlah penting untuk sebuah perusahaan agar menarik calon pembeli. Maka dari itu memilih naratif yang tepat untuk branding sangatlah dibutuhkan. Branding juga menjadi yang terpenting untuk menciptakan hubungan antara konsumen dengan perusahaan. Inilah naratif yang pas menurut Tom Spencer, seorang ahli identitas brand dan seorang cofounder dari perusahaan konsultan marketing Australia, Cooperate.

 

Branding yang terbaik menurut Tom Spencer merupakan sebuah kolektif dari pikiran, perasaan, dan konsep dari imajinasi publik. Yang perlu kita lakukan terlebih dahulu adalah kita harus memelajari konsumen dan berpegang teguh pada pesan “it’s not about you, it’s about them”.

 

Inilah cara-cara lain untuk membangun naratif yang tepat untuk branding dan juga hubungan dua arah yang sangat melekat dengan konsumen.

 

Ketahui konsumen Anda

Anda butuh melakukan banyak riset tentang kebiasaan konsumen Anda. Hal tersebut dapat memengaruhi proses pembelian oleh konsumen Anda. Ini sangat-sangat penting dalam menjalin hubungan dengan konsumen. Semisal, pembeli dengan rentang usia 20-35 suka membeli produk dengan warna pop colour dan sebagainya.

Dengan mengetahui konsumen Anda, bisnis Anda akan semakin berkembang.

 

Menjadi emosional

Biasanya dalam pemasaran, kita cenderung memberi jarak dengan para konsumen. Sebenarnya, dengan membangun hubungan yang emosional dengan konsumen malah justru membuat pemasaran Anda semakin baik. Tanyakan dulu pada diri Anda : apa yang dirasakan para konsumen tentang brand Anda? Apakah mereka merasa tahu banyak tentang brand Anda? Dilindungi? Terhibur?

 

Lebih Teratur dalam Penjadwalan

Setiap bulan ke dua belas atau ke delapan belas, mulai jadwalkan satu halaman perencanaan tentang customer journey untuk aktivitas marketing Anda. Prioritaskan area-area dari identitas brand Anda yang perlu Anda tunjukkan lebih. Branding yang tidak terencana malah merusak branding Anda.

 

Dengan memikirkan identitas brand Anda, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap konsumen Anda dan sangat benar-benar memikirkan kesiapan Anda untuk bersaing dalam dunia digital ini. Anda tak hanya mendapatkan konsumen baru, namun juga menjalin hubungan long term dengan konsumen-konsumen Anda. Dalam branding, Anda juga memerlukan konsultan digital marketing yang terpercaya.

Memilih naratif yang tepat untuk branding sangatlah penting. Jika Anda tidak mulai membangun branding yang tepat, Anda akan kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang kini “bermain” dalam dunia digital. Anda akan mulai kehilangan customer loyalty.

Survey Pelanggan itu Penting, Bukan Sekedar “To-Do List”

survey pelanggan

Dulu, telepon kita tak pernah akan berhenti berdering. Telepon-telepon itu akan berasal dari customer service ataupun technical support yang meminta waktu Anda beberapa menit untuk menjawab survey pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Sekarang, survey pelanggan bisa dilakukan dengan bentuk kuesioner daring.

 

Tentu saja survey pelanggan itu penting untuk memelajari customer experience. Namun, karena ketertarikan pelanggan yang selalu saja minim serta lebih menghargai waktu berharga mereka untuk melakukan sesuatu yang lebih menarik daripada mengisi ataupun mengobrol dengan suatu perusahaan; melakukan survey jadi sebuah “to-do list” saja. Oke, perusahaan perlu mempelajari customer experience namun terkadang pun tak semua pelanggan akan menjawab survey tersebut.

 

Untuk itu, inilah beberapa cara untuk membuat survey pelanggan menjadi penting bagi perusahaan. Selain itu juga menarik pelanggan dengan cara-cara yang canggih maupun kreatif.

 

Jangan desain survey sembarangan!

Sebelum membuat survey, konsepkan survey tersebut lebih menarik bagi para pelanggan. Tentu saja dengan buat survey yang sangat pendek, lebih pada target yang dituju, dan lebih tajam. Pertama, ganti cara “isi survey berikut” sebagai ajakan, namun sisipkan survey tersebut dalam surel. Dengan begini, Anda akan terhindar dari scam dan para target pelanggan pun lebih tertata.

 

Usahakan untuk memilih pertanyaan yang “merangkum” apa yang ingin Anda tanyakan, jangan bertele-tele. Tanyakan petanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan perasaan mereka, daripada meanyakan yang bertele-tele dan kurang perlu untuk pengalaman beli mereka. Ini mengapa bahwa survey suara lebih berguna dan penting. Karena feedback pelanggan yang tidak terstruktur, sangat jujur dapat memberikan insight lebih banyak daripada kuesioner dimana pelanggan harus mengetik sendiri.

 

Real-Time

Mencari cara untuk berinteraksi dengan para pelanggan secara langsung sangatlah penting. Namun, kini para perusahaan tengah berlomba untuk melakukan interaksi dengan pelanggan secara real-time. Jadi, tepat setelah merasakan pengalaman menggunakan jasa, mereka langsung memberikan survey.

 

Semisal, di Australia, Public Transport Victoria memberikan kode QR agar para pelanggan bisa mengisi feedback selagi mereka tengah dalam perjalanan di tram yang sedang mereka tumpangi. Atau Anda bisa menciptakan sebuah teknologi dimana para pelanggan memberikan feedback sehingga para pelanggan tidak merasa bahwa mereka tengah “mengisi” kuesioner.

Karena teknologi telah memudahkan para perusahaan untuk mengeluarkan ide membuat survey pelanggan yang menarik, disinilah peran konsultan digital marketing sangatlah penting. Konsultan digital marketing akan sangat membantu Anda untuk memelajari perilaku para pembeli dengan cara-cara yang lebih up to date maupun menarik.

Perusahaan B2B Membutuhkan Media Sosial, Benarkah?

media sosial

Banyak perusahaan yang sudah melek akan pentingnya media sosial dalam pengelolaan bisnisnya. Sayangnya, pemanfaatan media sosial kini masih didominasi oleh perusahaan B2C atau Business to Customer. Sebaliknya, masih sedikit perusahaan B2B atau Business to Business yang menggunakannya. Bahkan, tak jarang yang menganggapnya tidak perlu atau malah tidak relevan.

Media Sosial dan Perkembangan Perusahaan B2B

Memang, karena berbeda segmen, perusahaan B2B tentu memiliki strategi yang berbeda dengan perusahaan B2C. Apa yang mau diposting di media sosial dari perusahaan spareparts, misalnya? Apa tujuan dan manfaatnya? Sebaliknya, wajar bila sebuah restoran gencar memposting foto-foto dan video menu-menu racikannya untuk membangun brand awareness sekaligus mengusung promosi yang kreatif. Jadi, perusahaan B2B itu perlu bermedia sosial atau tidak?

Jelas, perusahaan B2B sangat memerlukan sosial media. Hal ini karena bukan fokus pada marketing, tetapi pada communication. Perusahaan B2B sebaiknya hadir di media sosial seperti perusahaan konsumer pada umumnya seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Instagram. Kelima platform tersebut digunakan dengan tujuan yang berbeda karena memiliki karakteristik dan audience yang berbeda pada tiap media sosial.

Jika perusahaan Anda adalah perusahaan B2B dan berminat masuk ke ranah digital, mungkin awalnya gagasan Anda ini ditentang oleh banyak orang di perusahaan. Keputusan terjun ke dunia media sosial akan dikritik sebagai langkah yang tidak ada gunanya bagi perkembangan bisnis. Memang, tantangan terbesarnya adalah banyak perusahaan yang melihat media sosial sebagai aktivitas promosi yang remeh, padahal ini bisa dijadikan sebagai aktivitas marketing yang strategik.

Manfaat Media Sosial B2B

Perlu diketahui bahwa ada beberapa manfaat dari B2B social media bagi perusahaan, seperti mendongkrak brand awareness, meningkatkan citra perusahaan, mengukuhkan posisi di industri, terhubung dengan pelanggan, prospek, dan lainnya. Sebagai perusahaan B2B, Baransu Parts sendiri menekankan empat area tujuan dari strategi media sosialnya, yakni komunikasi, customer service, penjualan, dan kegunaan internal.

Apa yang dilakukan Baransu Parts di kanal-kanal sosial tersebut? Di Facebook, misalnya, Baransu memposting foto-foto spareparts yang selama ini biasa dijual di bengkel. Foto-foto tersebut diedit sedimikian rupa sehingga menarik untuk dipublikasikan. Bukan sekadar foto, tapi juga diberikan product knowledge atau ulasan manfaat seputar produk agar audience teredukasi serta terbangun apa yang disebut engagement. Pada akhirnya, publik makin mengenal Baransu dengan citra positif. Perusahaan B2B Anda sedang ingin mulai memasuki ranah digital? Percayakan dengan ahlinya karena citra perusahaan adalah taruhannya. Pilih konsultan digital marketing yang terpercaya, kredible dan professional.

Trend Digital Marketing Makin Berkembang, Saatnya Go The Extra Mile

trend digital marketing

Sistem online saat ini banyak digunakan. Hal tersebut selaras dengan perkembangan teknologi yang didukung dengan akses internet semakin canggih. Perkembangan itu pun membawa perkembangan ke bidang lainnya, salah satunya adalah bisnis. Kemunculan marketplace, web commerce, instagram bisnis, whatsapp bisnis, Line@ membawa trend digital marketing menjadi semakin tinggi.

Kanal-kanal digital ini selain memudahkan para pebisnis online, juga para pelanggan mereka. Adanya sistem online yang dimanfaatkan untuk transaksi jual-beli menjadikan digital marketing semakin berkembang. Kini para pebisnis banyak yang memulainya di ranah digital atau online, serta ada yang menjadikan bisnis offline mereka untuk going online. Maka dari itu, tak sedikit dari mereka yang mulai menyadari bahwa mengunggah produk yang dijual ke social media, marketplace dan website saja belum cukup.

Layaknya berdagang di ranah offline, untuk menarik orang agar datang dan membeli produk maka diperlukan promosi. Begitu pula mekanisme bisnis online. Promosi dilakukan dengan memasang iklan dan optimasi mesin pencari. Hal inilah yang seringkali belum dipahami oleh pemilik bisnis online. Untuk itu, sebagian pebisnis menggandeng jasa konsultan digital marketing untuk membantu strategi promosi bisnisnya.

Kinetic Indonesia sebagai konsultan digital marketing telah berdiri selama 2 tahun dalam membantu optimasi dan strategi promosi bisnis di ranah digital. Menapaki usia baru, kami pun berusaha untuk menjadi lebih baik. Banyak pelajaran yang membuat kami semakin berkembang di tahun ini. Harapannya di tahun depan kami mampu memimpin, baik dari segi perusahaan maupun sumber daya manusia. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan adanya semangat untuk terus bergerak dengan selalu berupaya lebih dan berinovasi agar mampu mengikuti perkembangan trend digital marketing seiring jaman. Bersama dengan tim, kami serukan semangat Go The Extra Mile, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi klien.

Faktor-Faktor Kesuksesan Kegiatan MICE

kegiatan mice

Menurut Anda, bagaimanakah sebuah kegiatan MICE dapat dikatakan “sukses”? Banyak persepsi  yang muncul mengenai faktor-faktor yang mendukung kesuksesan sebuah event.  Sebagian orang mengatakan bahwa event yang sukses adalah event yang banyak pengunjungnya dan berjalan sesuai dengan rencana. Namun, bukan itu hal utamanya.

Kerjasama dan kolaborasi  dalam team merupakan pondasi utama dalam kesuksesan kegiatan MICE. Kolaborasi dapat diwujudkan dengan kerjasama yang melibatkan dua individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan dengan berbagi keterampilan milik mereka. Banyak hal yang didapatkan lewat teamwork, yakni mendapatkan pengalaman belajar, memudahkan komunikasi, pekerjaan menjadi ringan, dan menambah wawasan serta ide-ide baru. Jika teamwork dan kolaborasi sudah dicapai, lingkungan kerja yang dibangun juga sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan sebuah event.

Bukan hanya teamwork dan kolaborasi, strategi pemasaran digital yang apik dapat menunjang suksesnya sebuah event. Pelaku event harus memperhatikan detail pra-event, selama event, dan pasca event. Sebelum event berlangsung, informasi mengenai detail event sangatlah penting untuk menyusun materi promosi.  Dalam menggunakan media promosi, para pelaku event mulai meningalkan media konvensional  dan lebih memilih media online karena penyebaran informasi yang lebih cepat. Mereka mempromosikan eventnya lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Website.

Selama kegiatan MICE berlangsung, perbaruilah informasi untuk menarik audiens. Namun, hal ini menjadi sulit mengingat tim akan berfokus pada jalannya event. Namun, pelaku event dapat memanfaatkan jasa konsultan digital marketing untuk mengupdate informasi selama kegiatan berlangsung. Bukan hanya itu, jasa konsultan menjadi penting pasca event untuk menyusun content marketing guna membagikan informasi mengenai event selanjutnya.

Penggunaan jasa konsultan digital marketing telah dirasakan oleh Bank Mandiri yang berkolaborasi dengan Kinetic. Keduanya berkolaborasi dalam event Big Bad Wolf yang telah berlangsung pada 27 September – 8 Oktober 2018.

Hari Pelanggan Nasional, Kinetic Indonesia Komitmen Tingkatkan Layanan

hari pelanggan nasional

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September pastinya sudah tidak asing lagi bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Perlu diketahui bahwa Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2018 merupakan perayaan ke 15 setelah pada tahun 2003 lalu diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

Pada hari tersebut, banyak perusahaan merayakan Harpelnas melalui berbagai bentuk pelayanan yang spesial bagi pelanggan. Tidak hanya yang bergerak di bidang jasa, seperti perbankan, asuransi, telekomunikasi ataupun jasa lainnya; perusahaan makanan dan minuman, otomotif, elektronik, ritel, garmen, atau e-commerce pun turut merayakan Harpelnas. Kinetic Indonesia sebagai Konsultan Digital Marketing turut merayakan Harpelnas dengan berkomitmen meningkatkan kualitas layanan.

Hal ini dilakukan karena Harpelnas adalah hari dimana sebagai pelaku bisnis, Kinetic Indonesia secara spesial memberi perhatian khusus agar dapat memuaskan pelanggan. Pelanggan adalah aset terpenting bagi perusahaan. Dengan adanya pelanggan, maka perusahaan dapat tumbuh. Adanya pelanggan yang loyal akan membuat perusahaan memiliki daya saing yang kuat. Oleh karena itu, pada moment Harpelnas tahun ini Kinetic Indonesia berkomitmen menjaga senyum pelanggan dengan pelayanan yang maksimal dan berkualitas. Kami percaya bahwa sejatinya senyum pelanggan yang tulus menandakan kepuasan pelanggan.

Bagi Kinetic, makna Harpelnas tidak sebatas hanya gambar berjabat tangan ataupun senyum dari karyawan, tetapi Harpelnas harus menjadi momentum bagi perusahaan untuk menghargai pelanggan. Dengan Harpelnas, perusahaan juga akan semakin terpacu untuk memenuhi harapan, bahkan bila perlu melampaui ekspektasi pelanggan. Selain itu, Harpelnas juga menjadi alarm atau pengingat bahwa kepuasan pelanggan harus menjadi concern dan menjadi budaya perusahaan yang dipegang teguh seluruh elemen di Kinetic Indonesia. Selamat Hari Pelanggan Nasional 2018![/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]

Kelola Toko Online Anda di Marketplace

pengelola marketplace

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]Seringkah Anda mendengar kata “marketplace”? Lalu sebenarnya apakah marketplace itu? Marketplace adalah website yang mempertemukan banyak penjual dan  banyak pembeli. Pengelola marketplace menyediakan tempat, fasilitas dan infrastruktur agar penjual dengan pembeli bisa dengan mudah melakukan transaksi. Dengan kata lain, pengelola marketplace tidak menjual produknya sendiri, tidak punya stok produk dan hanya menyediakan fasilitas dan sistem.

Keberadaan marketplace di era digital sangat penting dimiliki oleh pemilik bisnis yang menawarkan produk. Untuk pemilik usaha, toko online ini berguna sebagai katalog yang menyediakan produk-produk yang dijual. Sementara untuk pembeli dapat menemukan dan memilih produk yang diinginkan secara langsung.

Salah satu kelebihannya adalah mampu menjadi mediator atau pihak tengah yang memastikan transaksi dilakukan dengan lebih aman. Secara sederhana, marketplace membuat mekanisme sebagai berikut agar transaksi menjadi lebih aman:

  1. Pembeli memilih barang, lalu saat membeli, transfer pembayaran dilakukan ke perusahaan marketplace (bukan transfer ke penjual)
  2. Perusahaan marketplace akan memberitahu ke penjual, bahwa sudah diterima pembayaran untuk produk A dan memintaminta penjual segera memproses dan mengirimkan paket barang ke alamat pembeli.
  3. Setelah barang diterima pembeli maka pembeli bisa konfirmasi bahwa barang sudah diterima (atau kadang sistem otomatis mendeteksi melalui resi pengiriman bahwa barang sudah diterima) maka perusahaan marketplace akan mentransfer pembayaran ke penjual.

Cara kerja ini ternyata cukup disukai oleh masyarakat Indonesia yang sebelumnya masih kurang percaya dengan transaksi online karena identik dengan penipuan. Oleh sebab itu konsep marketplace bertumbuh pesat di Indonesia. Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, industri e-Commerce Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tumbuh sekitar 17% dengan total jumlah usaha e-Commerce mencapai 26,2 juta unit.

Melihat peluang tersebut, Kinetic Indonesia sebagai Konsultan Digital Marketing menawarkan jasa mengelola marketplace kepada klien kami @baransu_parts. Mulai dari pembuatan akun, pengambilan foto produk, hingga melakukan transaksi. Untuk memudahkan calon pembeli, kami membuat video tutorial cara berbelanja di marketplace, seperti Shopee, Tokopedia dan Bukalapak.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]