Mengapa MICE Penting untuk Usaha?

MICE penting untuk usaha

Kini, banyak perusahaan mengandalkan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions & Events) sebagai teknik promosi mereka. MICE penting untuk usaha mereka karena membantu perusahaan untuk tumbuh. Biasanya acara-acara MICE penting untuk usaha dan biasanya diselenggarakan secara besar-besaran.

MICE penting untuk usaha agar mengetahui kekuatan perusahaan, mengetahui audiens target mereka, efek dari acara yang diselenggarakan untuk komunitas maupun orang di sekitar. Acara MICE ini menjadi terobosan untuk marketing maupun komunikasi dengan para konsumen.

Tak hanya itu, MICE penting untuk usaha karena mengandalkan teknologi saja untuk berkomunikasi dengan konsumen akan berbahaya. Perusahaan harus “hadir” secara nyata dengan adanya kegiatan MICE. Adanya kegiatan MICE dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan para konsumen.

Bentuk-bentuk kegiatan MICE antara lain seperti launching produk, konferensi pers, meeting, konferensi; acara marketing seperti road show, grand opening; hingga acara-acara menarik konsumen dengan hospitality seperti konser, malam penghargaan, premiere, pesta, fashion show, pernikahan, dan sebagainya.

Untuk menyelenggarakan MICE ini, biasanya perusahaan akan menggunakan event management dalam menangani acara hingga keseluruhan, dari kreatifitas, masalah teknis, logistik, dan hal-hal lainnya yang penting agar acara dapat berlangsung.

Namun, agar acara tersebut tampak menarik, berikut ini adalah tips-tips untuk membuat MICE.

 

Berikan inovasi karena MICE penting untuk usaha

Berikan ide-ide tergila Anda dan perkenalkan kepada calon konsumen maupun konsumen lama Anda. Ganti B2C ke B2B dengan mengaplikasikan prinsip “User first and the rest will follow”. Saat para organizer mendahulukan tamu-tamu mereka, mereka akan merasa “diterima” dengan hangat.

Ingin memberitahu jika perusahaan Anda lebih baik daripada perusahaan-perusahaan lain? Namun, siapa yang peduli tentang hal ini? Nah, daripada memberitahu kehebatan perusahaan Anda, dengarkan apa yang mereka pedulikan dan bagaimana Anda memosisikan perusahaan Anda dalam masalah tersebut.

 

Berikan Personalised Experience

Survei sebelum dan setelah acara memang penting. Namun, coba kali ini berbicara dengan para hadirin di acara MICE Anda secara personal.

Ada baiknya jika sebelumnya Anda mendiskusikan acara ini dengan semua divisi tentang bagaimana pelanggan Anda dan apa yang biasa diinginkan pelanggan Anda. Jika Anda bekerja sama dengan event manager, Anda bisa mendiskusikan ini serta mencari bagaimana konsep acara yang tepat untuk perusahaan Anda. Lebih mudah, bukan?

 

Untuk mengonsep acara-acara MICE ini, Anda juga bisa berdiskusi dengan konsultan digital marketing Anda. Konsultan digital marketing akan menyarankan Anda langkah-langkah pemasaran yang tepat baik digital maupun konvensional.

Seberapa Penting Kebenaran dan Produk Autentik untuk Perusahaan?

kebenaran dan produk autentik

Kita sering sekali mendengarkan kata “autentik” saat kita pergi ke diskusi marketing dan perusahaan. Namun, mengapa kata “autentik” menjadi sangat penting untuk para perusahaan? Fiona Killackey, seorang coach dan konsultan bisnis asal Australia telah memaparkan mengapa pentingnya kebenaran dan produk autentik bagi perusahaan.

Para konsumen biasanya melalui tiga tahap saat membangun loyalitas dengan sebuah perusahaan : 1) tahu, 2) menyukai, dan 3) percaya.

Biasanya, tahap terakhir; percaya, ini sangat sulit untuk didapatkan. Tak hanya itu, nilai kepercayaan juga mudah dirusak. Kita semua sudah pernah melihat dimana perusahaan-perusahaan yang dulu kita sukai tiba-tiba jatuh. Banyak perusahaan yang lamban untuk menyadari bahwa mereka tengah jatuh, apalagi ketika kondisi keuangan mereka membuat mereka harus banting setir.

Namun, apakah kepercayaan dan otensitas brand? Apa saja yang membuat pentingnya kebenaran dan produk autentik bagi perusahaan? Apakah kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda?

Kata autentik telah digunakan beberapa kali dari beberapa kata yang lainnya ketika para marketer menjelaskan pesan para brand atau koneksi yang ideal dengan para konsumen. “Kita ingin menjadi lebih autentik” sering sekali digunakan. Nah, apa arti autentik? Autentik, menurut KBBI merupakan “asli atau tulen” namun juga berarti “dapat dipercaya”. Dalam dunia marketing, kata autentik adalah cara para bisnis untuk tampil “tulen” dengan ciri khas mereka dan relatable – di mana para konsumen mampu mengidentikan dirinya dengan para perusahaan ini.

Di Februari 2018 saat konferensi Consumer Analyst Group New York (CAGNY), Emmanuel Faber menyatakan “Konsumen kini ingin tahu bagaimana dan apa yang terjadi di balik suatu perusahaan”. Sang CEO dari Danone ini melanjutkan, “Mereka yang mengganggap pentingnya kebenaran dan produk autentik ini adalah para milenial”.

 

Mengapa para Millennials peduli terhadap pentingnya kebenaran dan produk autentik?

Para milenial, sebutan untuk mereka yang lahir antara tahun 80an hingga 2000an adalah grup konsumen yang sangat kuat di antara grup-grup usia lainnya. Bahkan, mereka pun memiliki pilihan hidup yang unik; meniti karir untuk bekerja dan bepergian untuk kepuasan mereka sendiri dan menikah bisa nanti saja dan investasi seperti membeli mobil, rumah, bekerja ke luar negeri ataupun membuat bisnis sendiri.

Bahkan, para Millennials ini sangatlah sadar terhadap kesehatan mereka sendiri. Dalam riset Nielsen Consumer and Media View di tahun 2017, disebutkan bahwa hanya 54% Millennials yang mengonsumsi alkohol jika dibandingkan dengan Generation X yang mencapai 65%. Mereka ingin makanan yang “sehat, dan natural”, menurut sebuah studi CBD Marketing di tahun 2017. Mereka sangat-sangat aware terhadap lingkungan dan mereka menginginkan transparansi.

Maka dari itu, para milennials menginginkan koneksi antara brand yang ingin mereka dukung. Bagi mereka, pentingnya kebenaran dan produk autentik berperan banyak bagi mereka dimana sebuah perusahaan harus berkontribusi kembali untuk masyarakat daripada hanya untuk menggali keuntungan untuk perusahaan tersebut.

Maka dari itu, di Amerika, brand seperti sepatu TOMS telah menggali keuntungan lebih banyak setelah mereka melakukan transparansi dan berkontribusi kembali untuk masyarakat. TOMS kini menjadi favorit para millenials di Amerika.

 

Apa yang terjadi ketika kebenaran memberikan autentisitas?

Beberapa perusahaan yang memberikan kontribusi kepada masyarakat kadang-kadang merasa terancam untuk memberikan usaha marketing mereka. The Honest Company milik Jessica Alba, produk-produk khusus bayi yang eco-friendly telah dituntut beberapa milyar USD karena telah memiliki kimia dan racun di dalam produk mereka.

Jadi, bagaimana kebenaran dan produk autentik harus diberikan? Dengan terus berpegang pada nilai-nilai perusahaan, menyatakan bahwa mereka telah bersalah dan memperlakukan konsumen mereka dengan hormat.

 

Bagaimana Bertahan di Era Paska-Kebenaran?

Kini kita telah hidup di dalam era dimana semua orang menanyakan segalanya demi kebaikan mereka sendiri. Di 2019, berita-berita hoax pun dapat dengan mudah dibuat dan disebarkan.

Maka dari itu, kini kebenaran sangatlah penting daripada aspek lainnya. Untuk memberikan kebenaran ini, para marketer harus benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai dan kepercayaan perusahan mereka serta memberikan ini pada pelanggan mereka.  Untuk membangun branding seperti ini, dibutuhkan konsultan digital marketing agar perusahaan memberikan kredibilitas tinggi untuk para konsumen maupun calon konsumen mereka.

Tunai VS Uang Digital : Mana yang Pas untuk Bisnis?

tunai lebih dipilih

Sebuah riset yang telah kami lakukan terhadap koresponden berumur 18-24, tunai lebih dipilih daripada uang digital. Walaupun uang digital kini sangat digemari, milennial masih memilih cash daripada uang digital.

Mengapa saat ini cash masih lebih dipilih daripada uang digital? Berikut adalah alasan mengapa banyak orang lebih memilih tunai lebih dipilih daripada uang digital. Alasan ini bisa jadi pertimbangan mengapa cash masih bisa menjadi alat pembayaran untuk perusahaan Anda.

 

Menggunakan uang digital

Dengan menggunakan uang digital, konsumen bisa melakukan pembayaran dengan sangat mudah.  Tinggal scan dengan kode QR maka pembayaran selesai. Apalagi, menggunakan uang digital juga sangat aman. Anda tak perlu lagi membawa uang tunai dan mencari kembalian lagi. Bahkan, Anda bisa juga tracking pengeluaran Anda.

 

Menggunakan uang tunai

Uang tunai lebih dipilih daripada uang digital saat kini dan inilah yang membuat para perusahaan uang digital merasa terancam. Uang tunai masih menjadi pilihan di era digital ini karena untuk bisnis-bisnis kecil, mereka cenderung tidak menggunakan alat untuk pembayaran uang digital atau EDC.

Tak hanya itu, uang tunai juga menjadi “penyelamat”. Menurut beberapa koresponden kami, uang tunai lebih dipilih daripada uang digital karena menjadi penyelamat disaat-saat yang tak mereka harapkan, seperti saat alat uang elektronik tidak bisa berfungsi, membeli kebutuhan sandang dan pangan yang sangat penting, dan lainnya.

Sebuah studi oleh Paypal, uang tunai lebih dipilih daripada uang digital. Hanya saja, di China, popularitas uang digital sangatlah meningkat. European Central Bank juga menyatakan bahwa popularitas uang tunai masih stabil di Eropa untuk membayar jasa ataupun barang.

 

Menurut beberapa perusahaan uang digital, membuat para pelanggan yang technology-driven untuk berpindah ke uang digital akan memakan waktu yang lama. Banyak masyarakat masih ragu akan keselamatan, keamanan, dan privasi mereka untuk berinvestasi di uang digital. Bagi mereka, dengan uang tunai, transaksi lebih aman dan nyaman karena transaksi dilakukan secara langsung.

Untuk menentukan pembayaran yang tepat untuk bisnis Anda, diperlukan peran konsultan digital marketing. Dengan konsultan digital marketing, mereka akan menentukan apa yang pas untuk anda berdasarkan data-data Anda, seperti target pelanggan Anda, penjualan Anda, dan sebagainya.

Apa Kata Para Pemain E-Commerce di Tahun Politik Ini?

industri e-commerce

E-Commerce yang terus menyendok traffic lewat festival belanja seperti 9-9, 10-10, 11-11, maupun 12-12 dalam menyambut natal dan tahun baru di tahun lalu; mereka kini percaya tahun ini akan tetap ramai. Di tahun 2019, industri e-commerce di tahun politik ini tidak akan terpengaruh dengan adanya gonjang-ganjing pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

 

Industri E-Commerce di tahun politik? Ini kata para pemainnya!

 

Christin Djuarto, Director Shopee Indonesia, memaparkan bahwa industri e-commerce di tahun politik ini justru akan beruntung. Kedua kubu dalam pemilu ini sangat-sangat paham perihal e-commerce sebagai industri masa depan. Selain itu, kedua kubu memahami mereka memiliki tanggung jawab untuk membuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri ini.

 

Fajrin Rasyid, presiden Bukalapak, berpendapat bahwa ia sangatlah netral. Ia berharap semua pihak dalam pemilu nanti akan membuat aturan-aturan yang segera disempurnakan dan diimplementasikan.

 

Industri E-Commerce di tahun politik menawarkan banyak peluang

 

Di sisi lain, industri e-commerce di tahun politik ini akan banyak mendapatkan peluang. Dalam pesta demokrasi ini, mulai produksi kaos, bendera, spanduk, maupun vendor akan beredar untuk menggerakkan massa. Namun, yang perlu dilihat, apakah para pemain e-commerce ini akan kebagian “uang” dari partai politik ini.

 

Di tahun ini, tak ada sedikit pun rasa khawatir pada industri e-commerce di tahun politik ini terhadap kondisi ekonomi dan industri. Sebuah riset dari Global Consumer Insight Survey 2018 menyatakan bahwa pertumbuhan industri e-commerce sangat bertumbuh dan didukung oleh rasa percaya dari konsumen. Dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, 73% responden bersedia menghabiskan uang mereka secara lebih untuk belanja online.

 

Barang fesyen seperti sepatu (37%), produk kesehatan dan kecantikan (35%) merupakan produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia berbelanja online. Bahkan, pembelian perlengkapan sehari-hari pun juga dilakukan secara online. Yang lebih unik lagi, sebanyak 62% responden tidak mempermasalahkan fakta bahwa platform e-commerce dimana mereka berbelanja sedang memantau pola belanja dan pembelian masing-masing konsumen.

 

Tren e-commerce yang sangat menguntungkan dan mendongrak perekonomian rakyat ini menjadi pilihan banyak pelaku bisnis. Namun, karena efisiensi dan kemudahan dalam menggunakan e-commerce ini, banyak orang mengesampingkan strategi-strategi dalam penjualan. Maka dari itu, peran konsultan digital marketing sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan.

HPN 2019 Diadakan di Surabaya, Bahas Media Digital Dongkrak Ekonomi Rakyat

transformasi media

Hari Pers Nasional (HPN) 2019 akan dirayakan di Surabaya, Jawa Timur dan akan dihadiri berbagai media cetak, media digital, televisi, radio, kementrian, BUMN, hingga UMKM. Pameran Pers akan diadakan pada tanggal 7 hingga 9 Februari 2019 di Grand City Mall Surabaya. Kali ini, tema Hari Pers Nasional yang diangkat adalah “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”. Tema akan lebih berpusat tentang bagaimana transformasi media ke era digital, dapat mendongrak perkonomian rakyat.

 

Menurut survei Nielsen Consumer & Media View hingga triwulan ketiga 2017, tingkat minat masyarakat pada media cetak sudah sangat-sangat merosot dibandingkan media digital. Masyarakat lebih beranggapan bahwa informasi harusnya bisa didapat secara gratis. Tak hanya itu, media digital pun diperbarui secara real time dan membuatnya semakin update sehingga popularitasnya meningkat.

 

Maka dari itu, adanya transformasi media ke era digital pun sangat membantu dalam perekonomian. Terutama dalam segi bisnis sektor kecil hingga menengah. Mereka memberikan info secara real time tentang kenaikan dan penurunan harga sembako ataupun naik turunnya dollar, dan ini sangat penting bagi mereka.

 

Transformasi media dan perannya dalam menguatkan UKM

 

Tak hanya itu, sebagian media digital yang tumbuh di masyarakat ini biasanya sangat mudah untuk diajak kerja sama. Untuk para UMKM, mereka membutuhkan liputan untuk meningkatkan penjualan. Media digital menjadi pilihan karena popularitas, mudah diakses orang banyak, serta lebih update.

 

Contohnya, sebagai siasat pemasaran, Kalyana Indonesia menggunakan transformasi media menjadi digital untuk meningkatkan penjualan. Brand tas lokal Indonesia premium asal Surabaya ini terus menjalin kerjasama yang baik dengan media digital. Kalyana pernah muncul di Tribun News, dan sebagainya. Berangkat dari liputan media-media digital ini, Kalyana berhasil mendapatkan perhatian dari mancanegara, seperti Australia, Jerman, hingga Rusia.

 

Acara-acara Kalyana pun tak luput dari mata media digital. Adanya liputan-liputan dalam media digital ini akan semakin membuat para calon pembeli tertarik. Mereka akan yakin dengan kredibilitas toko sebagai produsen tas premium dan tergerak untuk membeli produk mereka. Tak hanya itu, mereka juga berhasil membangun brand company yang ingin dicapai.

 

Namun, karena jumlah media digital terus bertambah pesat karena mudahnya untuk membangun media digital, diperlukan konsultan digital marketing untuk mempertemukan UMKM dengan para pemilik media digital yang pas dan kredibel.

Benarkah Pajak E-Commerce akan Segera Diberlakukan?

pajak e-commerce

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dikabarkan akan segera mengenakan pajak bagi para pelaku e-commerce. Pajak yang perlu disetor oleh para pelaku bisnis online ini nantinya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan (PPh) serta PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah). Pajak e-commerce ini akan mulai berlaku per 1 April 2019.

 

Peraturan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Untuk membayar pajak ini, pedagang online. Perihal PPh Final dikenakan sebanyak 0.5% jika omset tidak melebihi Rp 4.8miliar per tahun. Selain itu, batasan atau tresshold UKM yang dikenakan pajak juga akan diturunkan. Sedangkan untuk para pedagang dengan omzet lebih dari Rp 4,8 miliar dalam setahun, maka dikenakan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melaksanakan kewajiban terkait PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pajak e-commerce : sekilas tentang bagaimana penerapannya

 

Dalam penyetoran pajak, pemerintah dikabarkan juga akan bekerja sama dengan marketplace, atau sebuah lokasi jual beli produk dimana para seller dan para konsumen bertemu, seperti Lazada, Tokopedia, BukaLapak, dan sebagainya. Marketplace tersebut akan bertindak sebagai penyetor pajak pelaku e-commerce. Penyedia platform marketplace disini wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penjuaan barang milik penyedia platform. Lalu, penyedia marketplace wajib melaporkan rekapitulasi transaksi yang dilakukan oleh pedagang pengguna platform.

 

Selain itu, pemerintah juga akan membuat level of playing field atau level yang sama untuk para pelaku bisnis konvensional maupun pelaku e-commerce, terkait aturan pajak. Perpajakkan ini juga berlaku bagi pelaku usaha konvensional kecil dan menengah (UKM).

 

Aturan pajak ini masih dibuat berdasarkan geografi, konteks penghasilkan, usaha barang berwujud. Dalam pengaturan pajak e-commerce, pemerintah belum menjelaskan lebih jauh tentang info-info tersebut. Perihal platform seperti di luar dan media sosial masih ditinjau kembali namun penjualan di platform media sosial juga akan dikenakan pajak. Termasuk transaksi digital ekonomi dimana sifat barang tidak berwujud.

 

Dalam membangun penjualan di e-commerce, terdapat strategi yang tepat agar penjualan di e-commerce meningkat. Maka dari itu, peran konsultan digital marketing sangatlah penting. Tak hanya memberikan masukan, namun konsultan juga akan mengiringi langkah yang Anda ambil untuk bisnis Anda.

Siapa Bilang Ritel Fisik Mati saat Digitalisasi Menguat?

ritel offline

Dalam sesi panel MarkPlus Conference 2019 di bulan Desember lalu, Erika Oktora dari Google Indonesia memaparkan bahwa pergerakan ekonomi masih didominasi oleh para ritel offline. Seperti Amerika Serikat, penjualan ritel masih mencapai 90% offline walaupun tercatat pelaku e-commerce besar banyak bernaung di sana, termasuk Amazon.

 

Ini disebabkan karena konsumen yang sangat demanding, konsumen semakin tak sabar untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Maka itu, perusahaan harus sangat tanggap dan menjawab mereka baik secara offline maupun online.

 

Di sisi lain, walaupun pencarian sudah online, pembelian pun masih banyak yang offline. Namun, potensi e-commerce Indonesia masih besar hingga mencapai niai total sebesar Rp 8 triliun tahun 2017 dan akan meningkat lagi hingga USD 55-65 miliar pada tahun 2022, menurut McKinsey.

 

Lantas, bagaimana kabar ritel offline jika kanal online meningkat?

 

Konsumen masih saja memanfaatkan kanal online. Menurut Erika, konsumen akan menggunakan omnichannel, yakni sebuah model bisnis lintas kanal dari offline hingga online. Terdapat sebuah tahapan untuk meningkatkan penjualan di toko ritel offline, lalu meningkatkan penjualan toko online, lalu keduanya diintegrasikan menjadi omnichannel.

 

Yang terpenting, menurut Erika, adalah edukasi konsumen. Promosi melalui kanal online sangatlah penting. Giant, ritel asal Malaysia, mendorong belanja offline dengan TruView YouTube. Penjualan ritel Giant meningkat hingga 20%, brand awareness di Internet meningkat hingga 18%, dan engagement pun juga meningkat hingga 4,5 kali berkat strategi promosi ini. Menarik, bukan? Tak sedikit pemasar yang melakukan omnichannel dalam bisnisnya.

 

Omnichannel sangatlah penting. Maka dari itu, ritel offline atau fisik pun tidaklah mati. Bagaimana tidak? Konsumen Indonesia sangat terkoneksi dengan Internet. Terdapat 130 juta orang Indonesia yang menggunakan internet dan mereka menggunakan internet setiap harinya. Internet menjadi keseharian masyarakat Indonesia.

 

Dalam pengaplikasian Omnichannel, terdapat strategi dan tahap-tahap tertentu. Pengaplikasian omnichannel ini tidak boleh sembarangan dilakukan. Maka dari itu, peran konsultan digital marketing masih sangat dibutuhkan agar “bermain” dalam omnichannel pun lebih tertata. Tak hanya langkah-langkah omnichannel, mereka juga membantu agar perusahaan menjadi lebih dekat dengan konsumen.

Inilah Tren-Tren dalam Media Sosial di Tahun 2019

tren media sosial

Marketing dalam media sosial sangat booming bagi para pelaku bisnis akhir-akhir ini. Dengan adanya media sosial, perusahaan bisa mengetahui kebiasaan konsumen, tren saat ini, hingga lebih dekat dengan konsumen. Amaury Treguer―Head of di The Haus―sebuah agensi marketing dan layanan manajemen asal Australia, memberikan prediksi tren media sosial tahun ini.

 

Berikut ini adalah tren media sosial selama dua belas tahun ke depan – buckle up!

 

Serba Vertikal – Video dan gambar jadi serba vertikal

Setelah Pinterest mengeluarkan gambar yang semuanya vertikal, lalu Snapchat, kemudian Instagram menerapkannya pada fitur Stories maupun IGTV, konsumen akan cenderung melihat semuanya yang serba vertikal.

 

Konten vertikal ini sangatlah worth-viewing. Menurut riset yang dilakukan Instagram sendiri, millenials saat ini tidak mau “direpotkan” dengan harus memutar layar ponsel mereka. Bahkan, YouTube pun telah melakukan riset dan menemukan kebanyakan penonton berasal dari ponsel. Ini membuat mereka mulai merilis iklan-iklan berbentuk vertikal.

 

Jika dibandingkan dengan foto, video masih menjadi pemenang dalam konten. Instagram telah mengubah video vertikal menjadi sangat-sangat populer dan kegiatan menonton video ini meningkat hingga 80% per tahunnya.

 

Ingin jump on the bandwagon? Buat format video yang fleksibel maupun foto dengan rasio 9:16 ataupun square. Berikan sedikit emosi pada storyline dan buatlah mereka peduli – pasti mereka akan secara otomatis share konten tersebut.

 

Para Nano-Influencer Beraksi

Lupakan influencer dengan followers ratusan ribu atau yang biasa disebut micro influencers. Tahun ini, nano influencer atau influencer dengan 100 hingga 10,000 followers akan sangat populer tahun iini.

 

Nano Infuencer ini diprediksi akan menjadi populer karena mereka memang memiliki followers yang kurang, namun mereka sangat-sangat dekat dengan followers mereka. Dengan begini, mereka mampu membangun kepercayaan, engagement, maupun empati dari penggemar mereka.

 

Influencer marketing telah menggantikan format tradisional digital advertising karena lebih terpersonalisasi, dan lebih terpercaya.   menyatakan bahwa 80% dari brand menyadari bahwa Instagram menjadi platform utama mereka untuk berkolaborasi dan 70% audiens akan mencari tahu tentang produk tersebut secara langsung tanpa perlu advertising secara tradisional.

 

Nano Influencer ini tak hanya mudah untuk dikontak, mereka sangat influential dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak – bahkan gratis pun bisa. Mereka sangat mudah untuk diajak kerja sama. Win-win, bukan?

 

Tren media sosial juga termasuk hal-hal ini, lho!

 

Meme

Karena popularitas meme, para advertisers jadi menyukai cara ini untuk memasarkan produk mereka. Video pendek atau foto dengan copywriting yang sangat jenius saat kini sangat-sangatlah game changer dalam dunia media sosial.

 

Memang sulit dalam membuat copywriting yang pintar, mengundang tawa, namun menarik. Tetapi pemasaran lewat meme akan populer tahun ini. Hati-hati juga terhadap copycats karena kemudahan untuk pemasaran jenis ini!

 

Iklan dalam Aplikasi Messaging

Tak hanya chatbot, tahun ini, iklan akan “menyerbu” aplikasi Messaging. Banyak orang mendedikasikan waktunya untuk menggunakan satu platform messaging, dan ini sangat-sangat membantu para advertisers. Messaging ini juga akan memudahkan para brand untuk lebih dekat dengan konsumen mereka.

 

Kemungkinan tahun ini, WhatsApp akan memulai fitur ini setelah mereka berhasil menghadirkan fitur chat dengan e-commerce. WhatsApp akan membuat iklan yang lebih terpersonalisasi, interaktif, dan terkontrol dengan A.I.

 

Dengan banyaknya tren-tren media sosial tahun ini, diperlukan langkah yang tepat untuk marketing. Disinilah peran konsultan digital marketing sangat dibutuhkan agar tidak memilih langkah yang salah dalam marketing.

Memilih Naratif yang Tepat untuk Branding

naratif yang tepat

Branding sangatlah penting untuk sebuah perusahaan agar menarik calon pembeli. Maka dari itu memilih naratif yang tepat untuk branding sangatlah dibutuhkan. Branding juga menjadi yang terpenting untuk menciptakan hubungan antara konsumen dengan perusahaan. Inilah naratif yang pas menurut Tom Spencer, seorang ahli identitas brand dan seorang cofounder dari perusahaan konsultan marketing Australia, Cooperate.

 

Branding yang terbaik menurut Tom Spencer merupakan sebuah kolektif dari pikiran, perasaan, dan konsep dari imajinasi publik. Yang perlu kita lakukan terlebih dahulu adalah kita harus memelajari konsumen dan berpegang teguh pada pesan “it’s not about you, it’s about them”.

 

Inilah cara-cara lain untuk membangun naratif yang tepat untuk branding dan juga hubungan dua arah yang sangat melekat dengan konsumen.

 

Ketahui konsumen Anda

Anda butuh melakukan banyak riset tentang kebiasaan konsumen Anda. Hal tersebut dapat memengaruhi proses pembelian oleh konsumen Anda. Ini sangat-sangat penting dalam menjalin hubungan dengan konsumen. Semisal, pembeli dengan rentang usia 20-35 suka membeli produk dengan warna pop colour dan sebagainya.

Dengan mengetahui konsumen Anda, bisnis Anda akan semakin berkembang.

 

Menjadi emosional

Biasanya dalam pemasaran, kita cenderung memberi jarak dengan para konsumen. Sebenarnya, dengan membangun hubungan yang emosional dengan konsumen malah justru membuat pemasaran Anda semakin baik. Tanyakan dulu pada diri Anda : apa yang dirasakan para konsumen tentang brand Anda? Apakah mereka merasa tahu banyak tentang brand Anda? Dilindungi? Terhibur?

 

Lebih Teratur dalam Penjadwalan

Setiap bulan ke dua belas atau ke delapan belas, mulai jadwalkan satu halaman perencanaan tentang customer journey untuk aktivitas marketing Anda. Prioritaskan area-area dari identitas brand Anda yang perlu Anda tunjukkan lebih. Branding yang tidak terencana malah merusak branding Anda.

 

Dengan memikirkan identitas brand Anda, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap konsumen Anda dan sangat benar-benar memikirkan kesiapan Anda untuk bersaing dalam dunia digital ini. Anda tak hanya mendapatkan konsumen baru, namun juga menjalin hubungan long term dengan konsumen-konsumen Anda. Dalam branding, Anda juga memerlukan konsultan digital marketing yang terpercaya.

Memilih naratif yang tepat untuk branding sangatlah penting. Jika Anda tidak mulai membangun branding yang tepat, Anda akan kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang kini “bermain” dalam dunia digital. Anda akan mulai kehilangan customer loyalty.

Survey Pelanggan itu Penting, Bukan Sekedar “To-Do List”

survey pelanggan

Dulu, telepon kita tak pernah akan berhenti berdering. Telepon-telepon itu akan berasal dari customer service ataupun technical support yang meminta waktu Anda beberapa menit untuk menjawab survey pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Sekarang, survey pelanggan bisa dilakukan dengan bentuk kuesioner daring.

 

Tentu saja survey pelanggan itu penting untuk memelajari customer experience. Namun, karena ketertarikan pelanggan yang selalu saja minim serta lebih menghargai waktu berharga mereka untuk melakukan sesuatu yang lebih menarik daripada mengisi ataupun mengobrol dengan suatu perusahaan; melakukan survey jadi sebuah “to-do list” saja. Oke, perusahaan perlu mempelajari customer experience namun terkadang pun tak semua pelanggan akan menjawab survey tersebut.

 

Untuk itu, inilah beberapa cara untuk membuat survey pelanggan menjadi penting bagi perusahaan. Selain itu juga menarik pelanggan dengan cara-cara yang canggih maupun kreatif.

 

Jangan desain survey sembarangan!

Sebelum membuat survey, konsepkan survey tersebut lebih menarik bagi para pelanggan. Tentu saja dengan buat survey yang sangat pendek, lebih pada target yang dituju, dan lebih tajam. Pertama, ganti cara “isi survey berikut” sebagai ajakan, namun sisipkan survey tersebut dalam surel. Dengan begini, Anda akan terhindar dari scam dan para target pelanggan pun lebih tertata.

 

Usahakan untuk memilih pertanyaan yang “merangkum” apa yang ingin Anda tanyakan, jangan bertele-tele. Tanyakan petanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan perasaan mereka, daripada meanyakan yang bertele-tele dan kurang perlu untuk pengalaman beli mereka. Ini mengapa bahwa survey suara lebih berguna dan penting. Karena feedback pelanggan yang tidak terstruktur, sangat jujur dapat memberikan insight lebih banyak daripada kuesioner dimana pelanggan harus mengetik sendiri.

 

Real-Time

Mencari cara untuk berinteraksi dengan para pelanggan secara langsung sangatlah penting. Namun, kini para perusahaan tengah berlomba untuk melakukan interaksi dengan pelanggan secara real-time. Jadi, tepat setelah merasakan pengalaman menggunakan jasa, mereka langsung memberikan survey.

 

Semisal, di Australia, Public Transport Victoria memberikan kode QR agar para pelanggan bisa mengisi feedback selagi mereka tengah dalam perjalanan di tram yang sedang mereka tumpangi. Atau Anda bisa menciptakan sebuah teknologi dimana para pelanggan memberikan feedback sehingga para pelanggan tidak merasa bahwa mereka tengah “mengisi” kuesioner.

Karena teknologi telah memudahkan para perusahaan untuk mengeluarkan ide membuat survey pelanggan yang menarik, disinilah peran konsultan digital marketing sangatlah penting. Konsultan digital marketing akan sangat membantu Anda untuk memelajari perilaku para pembeli dengan cara-cara yang lebih up to date maupun menarik.