Trend Sosial Media Marketing di Tahun 2020

Sehari tanpa sosial media, rasanya hampa. Terlihat berlebihan memang. Namun, hal ini tak berlaku di era sekarang.  Sosial media sudah menjadi atau masuk dalam aktivitas keseharian saat ini. Bagaimana bisa? Seseorang yang candu akan sosial media, hal pertama saat bangun pagi yang mereka lakukan adalah memeriksa ponsel. Entah ada pesan yang wajib dijawab atau hanya sekadar memeriksa aplikasi yang mereka gunakan.

Lebih dari 3,2 miliar orang di dunia, aktif bersosial media tiap harinya. Selain itu, lebih dari 85%  penggunanya adalah generasi milenial dan generasi Z.

Selalu update dalam sosial media membantu Anda dalam menyusun strategi dalam melakukan bisnis atau lainnya. Namun, tahukah Anda trend sosial media marketing apa saja yang ada di tahun 2020 ini? Berikut informasinya.

  1. Konten Ephemeral Semakin Populer

Pernah mendengar istilah Ephemeral? Bagaimana dengan IG Story atau Facebook Story?  Jika pernah membuatnya, Anda berarti sudah tahu. Stories tersebut merupakan bagian dari konten Ephemeral.

Konten ini merupakan konten sosial media yang bisa berupa foto atau video pendek yang diunggah dan tersedia hanya dalam waktu singkat. Konten ephemeral ini akan menjadi trend sosial media marketing  di tahun 2020 ini.

  • Platform Sosial Niche semakin berkembang

Jika sering kita ketahui Facebook dan Instagram telah lama mendominasi dan memiliki banyak pengguna, serta menjadi  platform sosial media yang unggul. Akan tetapi, dua tahun terakhir ini, siapa sangka aplikasi TikTok semakin populer di kalangan anak muda. Sedangkan, LinkedIn menjadi aplikasi B2B untuk lingkungan perusahaan sebagai media sosial mereka.

  • Berkembangnya Social Commerce

Facebook, Instagram, dan Pinterest telah lama digunakan sebagai tempat berjualan berbagai  brand  para pelaku usaha. Social Commerce menjadi jalan berbagai  brand  untuk menjadi semakin kuat dalam hal marketing. Tak hanya itu, kini Instagram sudah memunculkan fitur terbarunya yakni price tag untuk memberikan info detail harga kepada konsumen.

  • Dominasi Konten Video

Menurut sebuah studi dari Cisco, tahun 2022, 82% dari semua konten online akan menjadi konten video. Bagaimana tidak? Mulai dari video dengan durasi pendek hingga panjang dapat Anda temui di media sosial saat ini. Contoh promosi dengan durasi pendek pada IGTV, Instagram story, Facebook story atau Tiktok. Sedangkan promosi dengan video durasi panjang, ada pada Youtube.

  • Peran Influencer  makin melambung

Promosi dengan bantuin Influencer bukan hal baru, tetapi hal ini akan terus berkembang seiring waktu.  Banyak influencer  dibayar tinggi untuk mempromosikan suatu produk brand agar brand  mereka semakin terkenal, baik secara awareness atau penjualan.

Saat ini para pelaku usaha lebih memilih berinvestasi ke influencer daripada campaign iklan  berbayar yang membutuhkan pengeluaran yang cukup besar.  Tak hanya, berkolaborasi dengan influencer-nya saja, namun para pelaku usaha langsung bekerjasama dengan agensi yang menaungi influencer tersebut.  Hal ini dianggap mudah karena tak perlu untuk berkolabirasi dengan 1 tau 2 influencer, namun pelaku usaha bisa mendapatkan beberapa influencer sekaligus. Selain itu, biaya yang dikeluarkan tak akan besar.

Dari semua trend sodial media marketing di tahun 2020 di atas, perlu diperhatikan juga bahwa regulasi dan pengawasan hukum akan lebih terkontrol. Media sosial dapat dengan mudah mengumpulkan data tentang siapapun dan bisa jadi akan disalahgunakan.  Oleh karena itu, tak ada salahnya  untuk selalu mengumpulkan banyak data dalam melalukan riset atau berkonsultasi langsung dengan konsultan internet marketing untuk hasil yang lebih baik.

Promosi Bisnis Online dengan TikTok

TikTok yang kita dengar hanya sebagai aplikasi lipsync ini ternyata telah digandrungi oleh remaja dan muda mudi di beberapa negara. Aplikasi yang berasal dari Tiongkok ini berhasil mengungguli Facebook dan Instagram di Amerika Serikat. Tiktok sendiri resmi diluncurkan pada September 2017 di Indonesia. Dengan video berdurasi singkat selama 15 detik, para pengguna dimanjakan dengan beragam fitur seperti latar musik, stiker-stiker lucu, atau efek lainnya.
Jika Anda menggunakan Tiktok dengan benar, tak ada salahnya jika Anda memperkenalkan bisnis atau produk Anda. Menurut Sensor Tower, TikTok sukses diunduh lebih dari 700 juta secara global pada 2019. Jumlah unduhan ini berhasil kalahkan Facebook dan Messeger. Walau bagi sebagian orang aplikasi ini hanya aplikasi lypsinc, lalu bagaimana tips dan trik promosi bisnis online dengan TikTok?

  1. Pelajari TikTok
    Hal pertama yang harus Anda lakukan yakni mempelajari platform Tiktok itu sendiri. Mulai dari konten yang sering muncul, challenge atau hastag yang populer, cara berinteraksi dengan calon konsumen Anda, dan masih banyak lainnya.
    TikTok memang berisi konten yang menyenangkan dan menarik secara visual. Aplikasi ini memang bukan tempat untuk promosi penjualan yang serius. Ditambah lagi para pengguna TikTok berada pada umur 16-24 tahun. Jadi, jika target Anda ada di usia mereka, gunakan video yang kreatif untuk menarik perhatian mereka.
  2. Konten kreatif yang menyenakan
    Membuat konten TikTok dengan banyak pengguna remaja akan membuat Anda berpikir jauh lebih kreatif dan menyenangkan untuk mempromosikan produk. Serunya lagi, Anda tak perlu membuat video yang sangat halus editingnya. Sebagai contoh, brand kosmetik Lush yang mempromosikan video produk mereka dengan cukup unik dan menyenangkan. Tentunya disertai latar musik. Konten yang ditampilkan tetap sederhana namun riang dan tetap fokus pada produk ketimbang melakukan video meme viral dan gagal.
  3. Kerjasama dengan Influencer TikTok
    Mungkin influencer Tiktok tidak sekondang media sosial lain seperti Instagram atau Youtube, namun bekerjasama dengan mereka dapat membantu Anda memperluas jaringan. Untuk menemukan influencer yang tepat untuk bisnis Anda, carilah secara online melakui pengecekan bio mereka. Misalnya Ria Ricis, Youtuber yang merambah ke TikTok bekerja sama dengan GOJEK untuk kampanye GOPAY dengan challenge #goyangpinday dan mendapatkan 101.700 views.
  4. Manfaatkan Iklan
    Diawal kemunculannya, TikTok tidak memiliki iklan. Akan tetapi, iklan TikTok mulai berjalan tahun 2019 yang memiliki 4 jenis iklan yakni :
    1. Konten Asli
      Sama halnya dengan iklan Instagram stories dan mendukung banyak fitur seperti klik situs web atau unduhan aplikasi
    2. Penyebutan Brand
      Pengiklan dapat membuat gambar, GIF, dan video dengan link ke laman yang dituju atau hashtag challenge.
    3. Hashtag Challenge
      Membuat tantangan hashtag yang dipromosikan mendapatkan lebih banyak engangement.
    4. Branded Lense
      TikTok akan menciptakan face filter, 3D objects, dan hal visual lainnya yang dapat digunakan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu. Tipe iklan ini memiliki engangement yang tinggi seperti hashtag challenge.

Iklan pada TikTok sama halnya dengan media sosial lain yakni menawarkan penargetan yang tepat sehingga membantu Anda untuk menjangkau pengguna yang tepat.
Nah, di atas merupakan tips dan trik promosi bisnis online dengan Tiktok. Tertarik mencoba? Jika target bisnis Anda ada pada usia muda, tak ada salahnya mencoba. Sangat disayangkan jika hanya konten lucu saja dilihat di TikTok, Anda bisa pergunakan untuk promosi bisnis online di TikTok.

Peran Tiktok dalam Pemasaran Bisnis

Perkembangan teknologi dan komunikasi  akan sangat sulit dihindari di masa ini. Hampir seluruh aspek hidup manusia dilakukan secara digital karena lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan cara lama. Bidang bisnis menjadi salah satu bidang yang juga mengalami perubahan.  Sadar atau tidak, pemasaran bisnis secara digital kini makin meningkat. Yup, sosial media menjadi  hal yang digandrungi oleh generasi muda.

Mungkin banyak orang akan memilih Instagram, Facebook, Twitter atau plafform lain dalam memasarkan bisnis mereka. Namun, dua tahun terakhir ini terdapat aplikasi yang cukup digandrungi oleh Generasi  Z dalam mengekspresikan ide mereka. Aplikasi ini adalah Tiktok.

Ada apa dengan Tiktok? Iya, Anda tidak salah membaca.  Mungkin Anda hanya berpikir bahwa aplikasi ini hanyalah aplikasi lipsync saja. Akan tetapi, aplikasi ini menjadi wadah bagi para penggunanya untuk menunjukkan sisi kreatif mereka dalam bentuk video, musik, atau foto dalam kurun waktu 15-16 detik. Tiktok juga menyediakan beragam fitur seperti efek khusus, klip music, duet serta pilhan musik latar.

Dilansir dari Bussines Insider,Tiktok diluncurkan oleh Bytedance pada bulan September 2016. Tiktok juga disebut-sebut mengungguli aplikasi WeChat sejak peluncurannya. Hingga di tahun 2018, aplikasi ini sudah mulai digunakan oleh berbagai negara di dunia.

Berdasarkan Sensor Tower Analytics, Tiktok berhasil mengungguli Facebook dan Instagram pada 2019 lalu dan berhasil diunduh sekitar 700 juta pengguna yang mana penggunannya merupakan remaja muda atau sering kita sebut Generasi Z.

Menariknya, TikTok merupakan aplikasi Android yang paling banyak diunduh di Amerika Serikat dengan total unduhan sebanyak 9,14 juta. Aplikasi ini berhasil mengalahkan Instagram yang diunduh sebanyak 2,47 juta kali. Oleh karena itu, tak heran perusahaan Amerika Serikat, Walmart membuat akun TikTok untuk memasarkan bisnis mereka.

Walmart tak melulu mempromosikan barang yang mereka jual, tapi juga mengikuti challenge yang trend di kalangan anak muda AS karena bagaimanapun usia konsumtif biasanya berada pada 16-24 tahun yang mana presentase itu cukup besar  yakni sekitar 41%.

Namun, bagaimana dengan pemasaran TikTok di Indonesia?

Walau sempat diblokir pada 3 Juli 2018 di Indonesia dan dibuka kembali beberapa hari setelahnya dengan adanya peraturan terbaru, Tiktok nyatanya masih menarik banyak perhatian pengguna Indonesia. Sama halnya dengan pengguna negara lain, rata-rata pengguna TikTok di Indonesia adalah remaja. Akan tetapi, pemasaran melalui aplikasi TikTok masih belum banyak. Rata-rata para pemilik usaha akan menggandeng para influencer  untuk mempromosikan produk mereka. Bagaimana dengan Anda?  Tertarik mencoba? Jika masih merasa bingung tentang bagaimana meningkatkan penjual melalui beragam platform jualan online, ada baiknya berkonsultasi dengan konsultan digital marketinguntuk langkah promosi penjualan.

Manjakan Konsumen, Shopee Hadirkan Fitur Shopee Live

Siapa yang tak kenal dengan Shopee. Platform jual beli online yang berkantor pusat di Singapura ini kini makin memanjakan para konsumennya dengan fitur terbaru, yakni live streaming.

Berdasarkan Bussines Insider, fitur Shopee Live ini diluncurkan pada 6 Juni 2019 yang dioptimalkan untuk seluler. Melalui fitur Shopee Live, seluruh pelaku usaha atau penjual dapat langsung terlibat serta berinteraksi dengan pelanggan.

Anda sebagai penjual juga dapat melakukan demonstrasi langsung serta mengulas singkat produk yang akan mereka jual. Tak hanya itu, para pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan penjual selama siaran berlangsung untuk dapatkan jawaban. Selain itu, pelanggan dapat membeli barang dari penjual tanpa harus meninggalkan siaran langsung tersebut.

Shopee Live juga menjadi salah satu cara promosi terbaik untuk Anda, para pelaku usaha atau penjual Shopee dalam menjual produk. Banyak penjual di Shopee sudah merasakan keunggulan Shopee Live karena dalam sekali live streaming, toko mereka bisa dikunjungi hingga ratusan ribu penonton.Selain itu, live streaming dapat mendatangkan banyak followers dan penjualan juga meningkat hingga 3X lipat.

Nah, bagi Anda, para penjual atau pelaku usaha di Shopee yang belum pernah menggunakan Shopee Live, yuk, ikuti langkah ini yang dikutip dari website resmi Shopee

  1. Pilih “Saya
  2. Pilih “Live Streaming
  3. Tambahan “Judul” dan “Deskripsilive streaming live streaming yang akan ditampilkan. Jangan lupa sertakan “foto” yang jelas sebagai cover live streaming
  4. Tambahkan “Produk” yang akan dibahas pada live streaming
  5. Klik “Mulai Live Streaming” untuk memulai sesi live streaming tokomu.
  6. Jika ingin akhiri live streaming, tekan tombol “X” di kanan atas.

Tertarik untuk mencoba fitur Shopee Live ini? Yuk, dicoba sambil belajar. Jika masih merasa bingung tentang bagaimana meningkatkan penjual melalui beragam platform jualan online, ada baiknya berkonsultasi dengan konsultan digital marketinguntuk langkah promosi penjualan yang cocok untuk bisnis Anda.

Checklist untuk Fitur Instagram Price Tag

Semakin bertambah tahun Instagram kini mulai mengembangkan fiturnya untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya. Bagi Anda yang sering membuka Instagram, baik untuk berbisnis atau berbelanja online, tentu pernah menjumpai sebuah unggahan produk dengan label harga tertera. Hal tersebut tentu saja akan sangat memudahkan bagi kedua belah pihak, bukan? Nah, apabila Anda penasaran dengan cara mendapatkan fitur Instagram Price Tag ini, ada baiknya Anda perhatikan checklist berikut!

Langkah 1 : Pastikan Anda memenuhi syaratnya

Syarat yang terdapat pada langkah pertama ini meliputi lokasi bisnis, menjual barang fisik, akun Instagram yang digunakan merupakan akun bisnis yang terhubung ke halaman Facebook, serta telah memenuhi kebijakan perdagangan dari Instagram. Untuk informasi detail lokasi, Anda bisa simak table di bawah ini.

Sedangkan untuk detail kebijakan perdagangan Instagram, bisa Anda cek di sini.

Langkah 2 : Pastikan terhubung dengan katalog

Selanjutnya, Anda bisa hubungkan profil bisnis Instagram Anda ke katalog Facebook. Untuk melakukan ini, ada 2 opsi yang bisa Anda pilih. Yang pertama, tambahkan bagian toko ke halaman Facebook Anda. Buka halaman Facebook Anda, klik Tab toko “Shop”. Apabila Anda tidak menemukan tab tersebut, Anda bisa mengubah pengaturan halamannya sesuai langkah berikut. Setelah pengaturan selesai, Anda bisa melanjutkan sesuai tahapan berikut ini :

  • Klik “Siapkan Toko” dan setujui Persyaratan Pedagang.
  • Masukkan alamat bisnis Anda dan klik Berikutnya.
  • Pilih mata uang untuk toko Facebook Anda dan masukkan alamat email yang terkait dengan halaman bisnis Anda. Kemudian klik Next.
  • Tambahkan nomor registrasi pajak untuk setiap negara bagian/negara tempat Anda memiliki kehadiran bisnis
  • Klik Selesai dan Anda kemudian dapat mulai menambahkan produk ke toko Anda!

Opsi kedua yang bisa Anda gunakan ialah dengan menggunakan katalog produk di Business Manager atau Mitra Facebook. Caranya, Anda cukup membuka halaman Business Manager Anda. Dari akun Business Manager Anda, buat katalog baru atau identifikasi katalog yang sudah ada yang ingin Anda gunakan dengan di Instagram Shopping. Jika katalog yang ingin Anda gunakan ada di akun Business Manager lain, pastikan kedua akun tersebut bermitra. Jika Anda menggunakan Shopify atau BigCommerce untuk mengelola katalog produk Anda, Anda dapat memilih untuk mengatur toko di Facebook langsung melalui platform tersebut! Ini adalah cara yang sangat mudah untuk mengelola semua katalog toko online dan produk Anda di satu tempat.

Langkah 3 : Daftarkan melalui aplikasi

Setelah Anda mengatur toko Facebook Anda atau terhubung ke katalog produk di akun Business Manager Anda, Instagram akan meninjau akun Anda sebelum memberikan akses ke fitur shopping.

Proses peninjauan ini dapat memakan waktu beberapa hari. Atau jika Anda menyiapkan semuanya dari awal atau menambahkan katalog baru ke toko Anda yang sudah ada, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama karena seluruh katalog perlu ditinjau oleh Instagram juga.

Langkah 4 : Mulai membuat postingan atau story belanja pertama

Selamat! Anda telah disetujui oleh Instagram dan Anda sekarang dapat mulai menambahkan tag produk ke posting dan stories Instagram Anda! Mulailah dengan mengunggah gambar ke Instagram seperti biasanya. Tambahkan filter Anda, edit gambar, tulis keterangan, dan tambahkan tagar dan tag lokasi jika Anda mau.

Setelah Anda selesai melakukannya, produk penandaan pada dasarnya adalah proses yang sama dengan penandaan pengguna Instagram lainnya dalam posting Anda. Dan itu terjadi di layar Bagikan setelah Anda mengisi teks, edit, dan filter Anda.

Ketuk bagian Produk Tag lalu pilih produk di foto yang ingin Anda beri tag. Selanjutnya, masukkan nama-nama produk yang ingin Anda beri tag pada gambar Anda, lalu pilih seperti yang muncul dalam hasil pencarian. Setelah Anda menambahkan semua tag yang Anda inginkan (Anda dapat menambahkan hingga 5 dalam satu unggahan gambar), cukup ketuk Selesai dan bagikan unggahan Anda! Di tahap ini Anda bisa berkreasi dalam mempromosikan produk yang Anda jual.

Langkah 5 : Cek selalu insight belanja Anda

Sebuah bisnis akan terasa kurang lengkap tanpa evaluasi strategi. Kunjungi tab Insight di profil Anda untuk melihat kinerja unggahan dan stories Anda. Insight ini dapat memberikan informasi mendetail tentang semua yang diinginkan oleh pelanggan, sehingga Anda dapat menawarkan lebih banyak produk yang relevan.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba Instagram Price Tag? Apabila Anda masih merasa kesulitan, ada baiknya berdiskusi dengan integrated brand communication agency dalam melakukan pengaturan platform Instagram ini. Selamat mencoba!

Sistem Likes di Instagram Mulai Hilang? Ini Dia Alasannya!

Instagram merupakan aplikasi sosial media yang terkenal bagi banyak kalangan. Aplikasi ini berfokus pada unggahan berupa foto atau video di feeds atau snapstory. Banyak yang sudah menggunakan Instagram ini sebagai sarana dalam berbisnis maupun mempromosikan sebuah event yang akan berlangsung. Singkatnya, Instagram merupakan sosial media yang fleksibel dan bisa digunakan sesuai keperluan. Nah, salah satu fitur yang ada di Instagram adalah “likes”. Namun, jika Anda perhatikan kembali, fitur tersebut sudah tak lagi tampak dalam sebuah unggahan. Likes di Instagram menghilang bukan tanpa tujuan. Simak ulasan berikut untuk info selengkapnya.

Alasan likes di Instagram menghilang adalah untuk kesehatan psikologis dan mental bagi penggunanya. Bagaimana bisa? Hal ini dikarenakan platform media sosial seperti Instagram menjadi salah satu tempat untuk seseorang menunjukan jati dirinya dan mencari aktualisasi diri yang dia inginkan. Likes telah beralih fungsi sebagai suatu ukuran untuk seseorang bisa menilai bahwa dia sudah cukup presentable atau belum. Nah, masalah psikologis ini rupanya ingin diperbaiki oleh pihak dari Instagram. Maka dari itu, fitur likes ini disembunyikan bagi siapa yang melihat konten – konten dari sebuah akun. Namun, pemilik akun sendiri masih bisa melihat banyaknya likes yang diterima dari masing – masing konten yang diuanggah di feed.

Selain itu, dari segi bisnis, tampaknya Instagram pun ingin para pebisnis fokus pada interaksi mereka dengan calon pelanggan, bukan pada banyaknya likes. Dengan begitu, tujuan Instagram sebagai platform bisnis pun bisa terwujud. Terlebih lagi banyaknya likes kerap berbanding terbalik dengan kondisi interaksi suatu akun bisnis dengan pelanggannya. Untuk itu, hilangnya jumlah likes pada unggahan Instagram bermaksud mengajak para business owner untuk meningkatkan interaksi supaya transaksi bisnis pun bisa terlaksana dengan baik.

Selain itu, pihak dari Instagram ingin membuat penggunanya untuk lebih fokus ke konten dari sebuah post daripada jumlah likes yang ada di dalam sebuah post. Hal ini demi menghindari konten – konten yang tidak bermutu dan terkesan kontroversial. Jadi jangan khawatir walaupun likes di Instagram disembunyikan bukan berarti Anda tidak bisa menunjukan konten ke dunia! Jadi, be smart dalam menggunakan sosial media ya! Apabila Anda masih kurang memahami algoritma Instagram ini, ada baiknya Anda berdiskusi dengan tim integrated brand communication agency dalam mengelola bisnis di Instagram. Selamat mencoba!

Hal yang Perlu Anda Pelajari dari Digital Marketing

Di zaman yang serba terdigitalisasi ini banyak sekali kegiatan sehari – hari kita mulai mengandalkan dunia digital, terutama di sektor ekonomi. Hal yang berbau digital sudah menjamur di revolusi 4.0 ini, Banyak dari orang pun juga mulai menguasai bagaimana menjadi digital marketer dan memilih digital marketing sebagai salah satu keahlian wajib yang perlu mereka miliki. Salah satu ilmu yang harus dimiliki oleh seorang digital marketer adalah mengetahui perbedaan landing page, squeeze page dan sales page. Mengapa ini sangat penting? Karena banyak pemilik produk ingin memperlebar pasar produknya di seluruh jaringan internet. Bagaimana cara menggunakan landing page, squeeze page dan sales page dengan maksimal? Berikut ulasannya!

  • Landing Page

Landing page ini memiliki karakter yang kuat bagi calon pembeli dari sebuah produk yang kita pasarkan. Sesuai namanya, landing page memiliki fungsi sebagai halaman pertama bagi calon pelanggan kita untuk bisa melihat yang sedang kita pasarkan, maka dari itu sebuah landing page harus dibuat se-persuasif mungkin agar calon pelanggan kita dapat memasuki proses offer page.

  • Squeeze Page

Squeeze page secara sederhana merupakan halaman yang membuat orang/calon pelanggan kita untuk memberikan e-mail mereka. Halaman ini bisa dijadikan sebuah survey untuk sebuah produk, jadi kita bisa memberikan survey kepada mereka yang sudah memberika e-mail mereka di squeeze page.

  • Sales Page

Sales Page merupakan perjalanan terakhir bagi calon pembeli kita. Ini dikarenakan sales page bertujuan untuk memberi penawaran kepada calon pembeli untuk membeli produk yang kita pasarkan. Kegiatan di sales page ini nanti akan dikonversikan menjadi uang/komisi yang dapat kita jadikan sebagai pendapatan atas penjualan produk tersebut. Jika anda bermain digital marketing dengan model CPA (cost per action) sales page merupakan halaman yang perlu kuasai dahulu.

Nah berikut merupakan ulasannya, tentang landing page, squeeze page, dan sales page. Keahlian atas 3 hal tersebut merupakan modal utama bagi Anda yang ingin mempelajari digital marketing lebih dalam. Bingung atau tak ingin menghabiskan waktu untuk mulai belajar dari nol? Tak perlu cemas, serahkan saja pada integrated brand communication agency terdekat di kota Anda

Mengenal Brand Activation dalam Digital Marketing

Di era yang serba digital ini, pasar selalu dipenuhi dengan keinginan untuk mendapatkan sebuah user experience dari sebuah brand yang ingin mereka miliki. Hal ini membuat kecenderungan tersendiri bagi pasar untuk membeli sesuatu yang memiliki value atas brand tersebut. Nah, hal ini sudah bisa diatasi dengan mengadakan brand activation. Secara singkat brand activation merupakan sebuah kampanye atau pemasaran produk ke pasar dengan cara online maupun offline. Sebuah brand bisa melakukan kampanye tersebut sekreatif mungkin dan tidak ada batasan bagi mereka seberapa banyak kampanye yang mereka perlukan. Tetapi, yang menjadi masalah bagi beberapa brand tertentu adalah bagaiamana mereka bisa membuat kampanye mereka menarik banyak peminat dan mendapatkan “simpati” dari pasar yang mereka tuju.

Banyak sekali usaha yang bisa dilakukan untuk mencari peminat brand yang dituju. Salah satu langkah yang bisa brand lakukan adalah dengan menggunakan booth production sebagai langkah awal untuk brand activation miliki mereka. Booth production merupakan sebuah agensi produksi yang memungkinkan sebuah brand untuk membuat tempat atau kios tertentu yang bisa mereka gunakan untuk membantu kegiatan brand activation milik mereka. Hal ini sangat penting, karena dalam sebuah kampanye kita memerlukan sebuah tempat yang menjadi foothold dari sebuah brand untuk memasarkan produk mereka ke pasar. Apa dayanya jika kita berperang tetapi tidak memiliki benten? Pastinya peperangan kita kalah bukan? Konsep ini sama dengan booth production, brand juga bisa mendapatkan banyak keuntungan dari booth yang mereka miliki, yaitu tempat permanen mereka sebagai sarana untuk memasarkan brand mereka kepada pasar dan brand bisa melakukan banyak hal dengan booth yang mereka miliki dari survey, demonstrasi, dan showcase dari brand yang mereka miliki.

Nah, jadi begitulah pentingnya booth production untuk menjalankan brand activation yang memiliki sifat omnichannel. Jadi tunggu apa lagi, bagi Anda memiliki brand dan ingin melakukan brand activation, Anda bisa hubungi digital brand activator di Surabaya.

Analisa Kebutuhan Pasar, Perlukah?

Tujuan komunikasi sebagian besar ialah untuk mengetahui apa yang satu sama lain pikirkan. Begitu pun dalam sebuah bisnis. Melakukan analisa kebutuhan pasar atau social listening kemudian menjadi penting. Mengapa?  Dengan melakukan hal tersebut, berarti pebisnis sedang berlatih menganalisa reaksi pelanggannya terhadap produk barang maupun jasa yang ia tawarkan.

Cara melakukan analisa kebutuhan pasar ini bisa dilakukan secara online melalui review pelanggan. Apabila Anda mencermati, tidak semua review pelanggan hanya mengungkapkan “suka/tidak suka”. Ada kalanya terdapat masukan atau kritik dan saran yang Anda bisa pertimbangkan untuk perkembangan bisnis Anda ke depannya, review-review ini bisa Anda dapatkan pada bagian komentar di media sosial, review pada akun Google My Business Anda atau pun di bagian komentar pada marketplace Anda.

Satu alasan lagi mengapa review pelanggan merupakan bahan penting dalam analisa kebutuhan pasar, ialah pada era digital saat ini, orang cenderung menilai sebuah brand atau mengetahui reputasi brand tersebut melalui review pelanggan-pelanggan terdahulu. Bisa Anda bayangkan apabila semua review yang Anda dapatkan merupakan bad review? Maka reputasi brand Anda pun bisa ikut buruk. Anda tak ingin hal ini tejadi, bukan?

Untuk itu, ada baiknya bagi Anda sebagai pemilik bisnis “menjemput bola” dalam mendapatkan review pelanggan ini. Anda bisa menjadikan review pelanggan sebagai tahapan follow up kepada pelanggan. Tanyakan pada mereka apakah barang sudah diterima dengan baik, kualitas barangnya, pendapat mereka mengenai pengemasan, hingga pelayanan toko Anda pada mereka. Apabila Anda membuka toko di marketplace, Anda tak perlu melakukan ini secara manual. Sistem dari marketplace sudah otomatis akan menanyakan pendapat pelanggan terhadap barang yang mereka beli di toko Anda.

Lalu, apabila sudah mendapatkan data review tersebut, apa yang harus dilakukan? Di sini lah analisa kebutuhan pelanggan terjadi. Anda akan membaca dan memahami pendapat pelanggan Anda dan menyocokkannya dengan sistem yang Anda jalankan saat ini. Jika dirasa perlu melakukan sedikit perubahan, Anda bisa coba mengubahnya dengan dasar standar dari review yang Anda dapatkan. Belum memahami cara melakukan analisa ini? Anda bisa menemui integrated brand communication agency untuk berdiskusi tentang hal ini lho! Jadi, Anda tak perlu khawatir salah melangkah.