Di tahun 2019 ini, telah diprediksi bahwa trend FMCG adalah Fast Moving Consumer Goods (FMCG) ini terlihat stabil. Fast Moving Consumer Goods (FMCG) adalah produk yang memiliki perputaran omset dengan cepat dengan biaya yang rendah. Inilah seputar Fast Moving Consumer Goods serta tips dan trik bersaing di industri FMCG.

Fast Moving Consumer Goods merupakan barang yang memiliki masa simpan yang relatif singkat karena sifatnya yang cepat rusak. FMCG adalah produk seperti peralatan mandi, sabun, kosmetik, pasta gigi, pisau cukur, dan sebagainya. FMCG ini juga mencakup produk-produk non-durable seperti gelas, lampu, baterai, produk berbahan kertas, dan barang-barang plastik. Begitu juga dengan obat-obatan, barang elektronik, produk makanan dan minuman kemasan.

Perusahaan-perusahaan Fast Moving Consumer Goods ini contohnya seperti Kaldu Sari Nabati, Garuda Food, Orang Tua, dan lainnya.

Fanny Murhayati, Marketing Director Kantar Indonesia, menyatakan bahwa ketersediaan barang di pasar adalah hal yang penting, begitu juga dengan harga yang ditawarkan. Persaingan tidak berasal dari kedua hal tersebut. Tapi, bagaimana produk dapat lebih menonjol dan bagaimana mereka mampu meraih hati konsumen.

Suatu brand tidak bisa membuat rencana untuk semua tipe konsumen, tetapi harus membuat strategi yang berbeda sesuai karakter dan tipe target konsumen. Berikut adalah tips dan trik untuk bersaing di industri FMCG.

Bangun antusiasme dengan memberikan pengalaman untuk konsumen

Pengalaman disini bukan berarti hanya memiliki atau mengonsumsi produk. Pengalaman ini juga bisa didapatkan saat konsumen berbelanja di toko, atau melihat iklan di media ataupun media sosial. Misalnya, untuk kosmetik, brand bisa memberikan pengalaman tentang produk mereka melalui blogger atau vlogger kecantikan. Dengan ini, mereka dapat lebih dikenal dan diingat oleh konsumen.

Memberikan kemudahan untuk konsumen melalui produk siap santap

Kantar yakin dengan berkembangnya gaya hidup urban, konsumen Indonesia menghabiskan lebih banyak waktu diluar rumah.  Berdasarkan Worldpanel FMCG, konsumen lebih sering mengkonsumsi produk makanan dan minuman siap santap di luar rumah.

Going digital

Dengan going digital, para pemain FMCG dengan lebih dekat dengan konsumen. Jumlah orang yang memberi secara online di e-commerce kini tumbuh dari 2% pada tahun 2017 menjadi 6% di tahun 2018. Venu Madhav, selaku General Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division, memaparkan bahwa semakin banyak konsumen Indonesia yang melihat manfaat dan keuntungan berbelanja online terutama untuk kebutuhan bayi dan produk premium perawatan pribadi.

Maka dari itu, peran konsultan digital marketing sangatlah penting untuk menemukan strategi para pelaku bisnis FMCG untuk berjualan di e-commerce.