Marketing dalam media sosial sangat booming bagi para pelaku bisnis akhir-akhir ini. Dengan adanya media sosial, perusahaan bisa mengetahui kebiasaan konsumen, tren saat ini, hingga lebih dekat dengan konsumen. Amaury Treguer―Head of di The Haus―sebuah agensi marketing dan layanan manajemen asal Australia, memberikan prediksi tren media sosial tahun ini.

 

Berikut ini adalah tren media sosial selama dua belas tahun ke depan – buckle up!

 

Serba Vertikal – Video dan gambar jadi serba vertikal

Setelah Pinterest mengeluarkan gambar yang semuanya vertikal, lalu Snapchat, kemudian Instagram menerapkannya pada fitur Stories maupun IGTV, konsumen akan cenderung melihat semuanya yang serba vertikal.

 

Konten vertikal ini sangatlah worth-viewing. Menurut riset yang dilakukan Instagram sendiri, millenials saat ini tidak mau “direpotkan” dengan harus memutar layar ponsel mereka. Bahkan, YouTube pun telah melakukan riset dan menemukan kebanyakan penonton berasal dari ponsel. Ini membuat mereka mulai merilis iklan-iklan berbentuk vertikal.

 

Jika dibandingkan dengan foto, video masih menjadi pemenang dalam konten. Instagram telah mengubah video vertikal menjadi sangat-sangat populer dan kegiatan menonton video ini meningkat hingga 80% per tahunnya.

 

Ingin jump on the bandwagon? Buat format video yang fleksibel maupun foto dengan rasio 9:16 ataupun square. Berikan sedikit emosi pada storyline dan buatlah mereka peduli – pasti mereka akan secara otomatis share konten tersebut.

 

Para Nano-Influencer Beraksi

Lupakan influencer dengan followers ratusan ribu atau yang biasa disebut micro influencers. Tahun ini, nano influencer atau influencer dengan 100 hingga 10,000 followers akan sangat populer tahun iini.

 

Nano Infuencer ini diprediksi akan menjadi populer karena mereka memang memiliki followers yang kurang, namun mereka sangat-sangat dekat dengan followers mereka. Dengan begini, mereka mampu membangun kepercayaan, engagement, maupun empati dari penggemar mereka.

 

Influencer marketing telah menggantikan format tradisional digital advertising karena lebih terpersonalisasi, dan lebih terpercaya.   menyatakan bahwa 80% dari brand menyadari bahwa Instagram menjadi platform utama mereka untuk berkolaborasi dan 70% audiens akan mencari tahu tentang produk tersebut secara langsung tanpa perlu advertising secara tradisional.

 

Nano Influencer ini tak hanya mudah untuk dikontak, mereka sangat influential dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak – bahkan gratis pun bisa. Mereka sangat mudah untuk diajak kerja sama. Win-win, bukan?

 

Tren media sosial juga termasuk hal-hal ini, lho!

 

Meme

Karena popularitas meme, para advertisers jadi menyukai cara ini untuk memasarkan produk mereka. Video pendek atau foto dengan copywriting yang sangat jenius saat kini sangat-sangatlah game changer dalam dunia media sosial.

 

Memang sulit dalam membuat copywriting yang pintar, mengundang tawa, namun menarik. Tetapi pemasaran lewat meme akan populer tahun ini. Hati-hati juga terhadap copycats karena kemudahan untuk pemasaran jenis ini!

 

Iklan dalam Aplikasi Messaging

Tak hanya chatbot, tahun ini, iklan akan “menyerbu” aplikasi Messaging. Banyak orang mendedikasikan waktunya untuk menggunakan satu platform messaging, dan ini sangat-sangat membantu para advertisers. Messaging ini juga akan memudahkan para brand untuk lebih dekat dengan konsumen mereka.

 

Kemungkinan tahun ini, WhatsApp akan memulai fitur ini setelah mereka berhasil menghadirkan fitur chat dengan e-commerce. WhatsApp akan membuat iklan yang lebih terpersonalisasi, interaktif, dan terkontrol dengan A.I.

 

Dengan banyaknya tren-tren media sosial tahun ini, diperlukan langkah yang tepat untuk marketing. Disinilah peran konsultan digital marketing sangat dibutuhkan agar tidak memilih langkah yang salah dalam marketing.