Trend Sosial Media Marketing di Tahun 2020

Sehari tanpa sosial media, rasanya hampa. Terlihat berlebihan memang. Namun, hal ini tak berlaku di era sekarang.  Sosial media sudah menjadi atau masuk dalam aktivitas keseharian saat ini. Bagaimana bisa? Seseorang yang candu akan sosial media, hal pertama saat bangun pagi yang mereka lakukan adalah memeriksa ponsel. Entah ada pesan yang wajib dijawab atau hanya sekadar memeriksa aplikasi yang mereka gunakan.

Lebih dari 3,2 miliar orang di dunia, aktif bersosial media tiap harinya. Selain itu, lebih dari 85%  penggunanya adalah generasi milenial dan generasi Z.

Selalu update dalam sosial media membantu Anda dalam menyusun strategi dalam melakukan bisnis atau lainnya. Namun, tahukah Anda trend sosial media marketing apa saja yang ada di tahun 2020 ini? Berikut informasinya.

  1. Konten Ephemeral Semakin Populer

Pernah mendengar istilah Ephemeral? Bagaimana dengan IG Story atau Facebook Story?  Jika pernah membuatnya, Anda berarti sudah tahu. Stories tersebut merupakan bagian dari konten Ephemeral.

Konten ini merupakan konten sosial media yang bisa berupa foto atau video pendek yang diunggah dan tersedia hanya dalam waktu singkat. Konten ephemeral ini akan menjadi trend sosial media marketing  di tahun 2020 ini.

  • Platform Sosial Niche semakin berkembang

Jika sering kita ketahui Facebook dan Instagram telah lama mendominasi dan memiliki banyak pengguna, serta menjadi  platform sosial media yang unggul. Akan tetapi, dua tahun terakhir ini, siapa sangka aplikasi TikTok semakin populer di kalangan anak muda. Sedangkan, LinkedIn menjadi aplikasi B2B untuk lingkungan perusahaan sebagai media sosial mereka.

  • Berkembangnya Social Commerce

Facebook, Instagram, dan Pinterest telah lama digunakan sebagai tempat berjualan berbagai  brand  para pelaku usaha. Social Commerce menjadi jalan berbagai  brand  untuk menjadi semakin kuat dalam hal marketing. Tak hanya itu, kini Instagram sudah memunculkan fitur terbarunya yakni price tag untuk memberikan info detail harga kepada konsumen.

  • Dominasi Konten Video

Menurut sebuah studi dari Cisco, tahun 2022, 82% dari semua konten online akan menjadi konten video. Bagaimana tidak? Mulai dari video dengan durasi pendek hingga panjang dapat Anda temui di media sosial saat ini. Contoh promosi dengan durasi pendek pada IGTV, Instagram story, Facebook story atau Tiktok. Sedangkan promosi dengan video durasi panjang, ada pada Youtube.

  • Peran Influencer  makin melambung

Promosi dengan bantuin Influencer bukan hal baru, tetapi hal ini akan terus berkembang seiring waktu.  Banyak influencer  dibayar tinggi untuk mempromosikan suatu produk brand agar brand  mereka semakin terkenal, baik secara awareness atau penjualan.

Saat ini para pelaku usaha lebih memilih berinvestasi ke influencer daripada campaign iklan  berbayar yang membutuhkan pengeluaran yang cukup besar.  Tak hanya, berkolaborasi dengan influencer-nya saja, namun para pelaku usaha langsung bekerjasama dengan agensi yang menaungi influencer tersebut.  Hal ini dianggap mudah karena tak perlu untuk berkolabirasi dengan 1 tau 2 influencer, namun pelaku usaha bisa mendapatkan beberapa influencer sekaligus. Selain itu, biaya yang dikeluarkan tak akan besar.

Dari semua trend sodial media marketing di tahun 2020 di atas, perlu diperhatikan juga bahwa regulasi dan pengawasan hukum akan lebih terkontrol. Media sosial dapat dengan mudah mengumpulkan data tentang siapapun dan bisa jadi akan disalahgunakan.  Oleh karena itu, tak ada salahnya  untuk selalu mengumpulkan banyak data dalam melalukan riset atau berkonsultasi langsung dengan konsultan internet marketing untuk hasil yang lebih baik.

Recommended Posts