Kita sering sekali mendengarkan kata “autentik” saat kita pergi ke diskusi marketing dan perusahaan. Namun, mengapa kata “autentik” menjadi sangat penting untuk para perusahaan? Fiona Killackey, seorang coach dan konsultan bisnis asal Australia telah memaparkan mengapa pentingnya kebenaran dan produk autentik bagi perusahaan.

Para konsumen biasanya melalui tiga tahap saat membangun loyalitas dengan sebuah perusahaan : 1) tahu, 2) menyukai, dan 3) percaya.

Biasanya, tahap terakhir; percaya, ini sangat sulit untuk didapatkan. Tak hanya itu, nilai kepercayaan juga mudah dirusak. Kita semua sudah pernah melihat dimana perusahaan-perusahaan yang dulu kita sukai tiba-tiba jatuh. Banyak perusahaan yang lamban untuk menyadari bahwa mereka tengah jatuh, apalagi ketika kondisi keuangan mereka membuat mereka harus banting setir.

Namun, apakah kepercayaan dan otensitas brand? Apa saja yang membuat pentingnya kebenaran dan produk autentik bagi perusahaan? Apakah kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda?

Kata autentik telah digunakan beberapa kali dari beberapa kata yang lainnya ketika para marketer menjelaskan pesan para brand atau koneksi yang ideal dengan para konsumen. “Kita ingin menjadi lebih autentik” sering sekali digunakan. Nah, apa arti autentik? Autentik, menurut KBBI merupakan “asli atau tulen” namun juga berarti “dapat dipercaya”. Dalam dunia marketing, kata autentik adalah cara para bisnis untuk tampil “tulen” dengan ciri khas mereka dan relatable – di mana para konsumen mampu mengidentikan dirinya dengan para perusahaan ini.

Di Februari 2018 saat konferensi Consumer Analyst Group New York (CAGNY), Emmanuel Faber menyatakan “Konsumen kini ingin tahu bagaimana dan apa yang terjadi di balik suatu perusahaan”. Sang CEO dari Danone ini melanjutkan, “Mereka yang mengganggap pentingnya kebenaran dan produk autentik ini adalah para milenial”.

 

Mengapa para Millennials peduli terhadap pentingnya kebenaran dan produk autentik?

Para milenial, sebutan untuk mereka yang lahir antara tahun 80an hingga 2000an adalah grup konsumen yang sangat kuat di antara grup-grup usia lainnya. Bahkan, mereka pun memiliki pilihan hidup yang unik; meniti karir untuk bekerja dan bepergian untuk kepuasan mereka sendiri dan menikah bisa nanti saja dan investasi seperti membeli mobil, rumah, bekerja ke luar negeri ataupun membuat bisnis sendiri.

Bahkan, para Millennials ini sangatlah sadar terhadap kesehatan mereka sendiri. Dalam riset Nielsen Consumer and Media View di tahun 2017, disebutkan bahwa hanya 54% Millennials yang mengonsumsi alkohol jika dibandingkan dengan Generation X yang mencapai 65%. Mereka ingin makanan yang “sehat, dan natural”, menurut sebuah studi CBD Marketing di tahun 2017. Mereka sangat-sangat aware terhadap lingkungan dan mereka menginginkan transparansi.

Maka dari itu, para milennials menginginkan koneksi antara brand yang ingin mereka dukung. Bagi mereka, pentingnya kebenaran dan produk autentik berperan banyak bagi mereka dimana sebuah perusahaan harus berkontribusi kembali untuk masyarakat daripada hanya untuk menggali keuntungan untuk perusahaan tersebut.

Maka dari itu, di Amerika, brand seperti sepatu TOMS telah menggali keuntungan lebih banyak setelah mereka melakukan transparansi dan berkontribusi kembali untuk masyarakat. TOMS kini menjadi favorit para millenials di Amerika.

 

Apa yang terjadi ketika kebenaran memberikan autentisitas?

Beberapa perusahaan yang memberikan kontribusi kepada masyarakat kadang-kadang merasa terancam untuk memberikan usaha marketing mereka. The Honest Company milik Jessica Alba, produk-produk khusus bayi yang eco-friendly telah dituntut beberapa milyar USD karena telah memiliki kimia dan racun di dalam produk mereka.

Jadi, bagaimana kebenaran dan produk autentik harus diberikan? Dengan terus berpegang pada nilai-nilai perusahaan, menyatakan bahwa mereka telah bersalah dan memperlakukan konsumen mereka dengan hormat.

 

Bagaimana Bertahan di Era Paska-Kebenaran?

Kini kita telah hidup di dalam era dimana semua orang menanyakan segalanya demi kebaikan mereka sendiri. Di 2019, berita-berita hoax pun dapat dengan mudah dibuat dan disebarkan.

Maka dari itu, kini kebenaran sangatlah penting daripada aspek lainnya. Untuk memberikan kebenaran ini, para marketer harus benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai dan kepercayaan perusahan mereka serta memberikan ini pada pelanggan mereka.  Untuk membangun branding seperti ini, dibutuhkan konsultan digital marketing agar perusahaan memberikan kredibilitas tinggi untuk para konsumen maupun calon konsumen mereka.