Sebuah riset yang telah kami lakukan terhadap koresponden berumur 18-24 tahun, podcast lebih dipilih daripada radio. Milenial memilih Podcast (88%) daripada Radio (25%). Apalagi dengan kehadiran streaming on-demand seperti Inspigo, Spotify (88%), maupun Soundcloud (12%), Podcast menjadi lebih favorit. Media yang digunakan pun tak hanya streaming on-demand tersebut, namun mereka juga menggunakan web player dari beberapa portal media yang menyediakan podcast.

 

Mengapa saat ini podcast lebih dipilih daripada radio? Berikut adalah alasan mengapa banyak orang memilih podcast daripada radio. Alasan ini bisa jadi pertimbangan mengapa podcast advertising pun mulai diminati beberapa perusahaan.

 

Podcast lebih dipilih daripada radio, berikut alasannya!

 

1. Karena podcast dapat dibawa kemana saja dan bisa dijadikan untuk “multitasking”

Sebuah riset yang dilakukan oleh Interactive Advertising Bureau di tahun 2016, para pendengar podcast ini memilih mendengarkan podcast karena penting untuk mendengarkan audio kapan saja dan dimana saja. Mereka memilih podcast karena tinggal one click away dan bisa memilih-milih rilis podcast mana saja. Semisal, mereka bisa mendengarkan podcast tahun lalu hingga beberapa tahun yang lalu.

 

Tak hanya itu, mereka bisa mendengarkan seraya melakukan aktivitas mereka yang lainnya. Dalam survei The Infinite Dial 2017, banyak yang mendengarkan podcast seraya perjalanan ke rumah, ketika sedang berkendara, ataupun sedang melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, bersih-bersih, ataupun relaksasi. Podcast tidak terlalu membutuhkan fokus yang penuh karena takut ketinggalan informasi, podcast lebih dipilih daripada radio.

 

2. Karena kita akan merasa lebih dekat dengan penyiar lewat suara

Sama halnya dengan radio, pendengar merasa lebih dekat dengan penyiar podcast. Beberapa pakar dalam industri ini percaya bahwa terdapat “efek keakraban” dalam audio. Podcast akan membuat para pendengar merasa lebih akrab daripada video ataupun radio. Podcast lebih dipilih daripada radio karena podcast telah dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kesukaan para pendengar, seperti diskusi panel, talk show, storytelling, percakapan antar satu grup, dan sebagainya yang membuat para pendengar merasa podcast tersebut dibuat untuk mereka.

 

Semisal, dua orang penyiar dalam sebuah podcast ini sangat-sangat akrab dan para pendengar suka dengan chemistry mereka. Para pendengar merasa bahwa mereka tengah hadir diantara percakapan dua sahabat ini.

 

3. Karena pendengar merasa mendapatkan konten yang ekslusif dan tidak dapat ditemukan dimana-mana

Karena keekslusifan podcast dari iTunes, SoundCloud, Google Play, YouTube, Spotify, dan kini, Inspigo, mereka yakin bahwa konten dari beberapa platform ini berbeda-beda. Tak hanya itu, kini perusahaan-perusahaan besar seperti New York Times serta The Washington Post juga mulai merambat ke podcast.

 

Sebuah riset Edison/Knight Foundation menunjukkan bahwa para pendengar Podcast ini senang mendengarkan podcast pendek namun dengan pengetahuan yang dalam (41%). Namun, mereka juga suka mendengar podcast yang panjang, asalkan pengetahuan yang diberikan sangat berguna dan dalam.

 

Selain itu, ini juga alasan lain mengapa podcast lebih dipilih

 

Seperti Inspirasi Pagi menghadirkan sebuah podcast yang menawarkan perspektif baru, lebih up to date, dinamis, dan cerdas. Konten yang ditawarkan pun bermacam-macam, dari hiburan, digital marketing, hukum, dan sebagainya.

 

Singkat kata, para pengguna Internet kini dihiasi oleh pengguna podcast. Pengguna podcast ini lebih memilih daripada radio karena in-depth, kreatif, cerdas, dan unik. Namun, dalam membuat suatu podcast, diperlukan juga peran konsultan digital marketing agar mencapai target pendengar yang dibutuhkan dalam podcast advertising.