Seiring dengan pertumbuhan teknologi, keinginan untuk diet dan melek dengan isu-isu alam pun tumbuh. Maka dari itu, bisnis makanan pun semakin bertumbuh dari kedua hal tersebut. John Saadie, founder dari konsultan online ordering yang kini menjadi favorit para pelaku startup Australia, OrderUp!, menganggap bahwa 2019 menjadi tahun dimana marketing benar-benar canggih, profesional, dan menantang. Berikut adalah wajah marketing di tahun 2019 nanti menurut John Saadie.

Marketing di tahun 2019 : Think local

Para pelanggan akan sangat-sangat memperhatikan apa yang mereka konsumsi. Mereka akan melihat darimana makanan mereka berasal, baik alam, hewani, dan sebagainya. Hal ini juga akan berperan penting dalam para penjual retail makanan dalam memasarkan produk mereka. Penekanan dalam “think locally” ini diprediksi akan menjadi materi marketing yang paling booming di tahun 2019.

Misal, para penjual retail makanan akan menamai produk-produk mereka dengan nama “lokal”. Contohnya Burger Rendang yang pernah dijual McDonald’s.

 

Marketing di tahun 2019 : Teknologi Suara

Dengan adanya teknologi suara seperti Siri ataupun Google Assistant dalam ponsel, dan disusul dengan perkembangan adanya home voice assistants seperti Alexa, Google Home, maupun Echo; di 2019, penjualan makanan pun akan menggunakan teknologi suara.

 

Menggunakan promosi teknik ini benar-benar membutuhkan strategi yang sangat besar namun juga memberikan potensi yang besar untuk para retailer. Anda bisa melakukannya dengan bergabung bersama aplikasi yang menjual iklan lewat suara seperti Spotify maupun YouTube.

 

Marketing di tahun 2019 : Eco-friendly

Di tahun 2019, konsumen akan semakin peduli terhadap lingkungan. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan packaging yang ramah lingkungan untuk mengurangi sampah makanan, metode delivery yang sustainable, seperti penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan dan sebagainya.

 

Marketing di tahun 2019 : Content marketing

Cara ini masih menjadi favorit dari para marketer dalam menjalankan marketing di tahun 2019, cara ini akan sangat-sangat populer seiring dengan kesabaran konsumen yang semakin menurun untuk iklan yang terlalu bertele-tele dan panjang.

Para food retailer akan mulai berpikir kreatif untuk content marketing, dari blog, podcast, hingga membuat buku resep.

 

Marketing di tahun 2019 : Geofencing

Di tahun 2019, teknologi geofencing juga akan semakin populer. Geofencing, atau teknologi dimana ketika para target audiens terlacak untuk memasuki daerah restoran ataupun food retail tersebut, mereka akan direkomendasikan untuk mengunjungi tempat tersebut. Biasanya Geofencing ini akan muncul dalam ponsel mereka. Atau mungkin, di tahun depan ada aplikasi yang mirip seperti Yelp, aplikasi asal Amerika terkenal yang membantu para pelanggan untuk mencari jasa dari dokter gigi, restoran, bar, pub, salon terdekat.

 

Perusahaan dalam bidang makanan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, begitu juga “seni” dalam marketing. Memang cara-cara ini dapat dilakukan, namun masih ada strategi tertentu untuk mencapai target. Agar dalam perencanaan marketing ini berhasil, dibutuhkan konsultan digital marketing agar mencapai target yang diinginkan.