Digital marketing yang berkembang pesat kini akan kedatangan satu tren yang akan booming tahun ini, omnichannel. Singkatnya, ia adalah model bisnis lintas kanal. Gunanya, agar para konsumen mampu berbelanja secara online maupun offline. Transaksi tak hanya lagi semuanya harus online, tapi juga bisa dilakukan secara offline. Omnichannel ini akan menjadi favorit para pelaku bisnis ritel offline maupun online.

 

Semisal, pelanggan mencari barang yang ingin dibeli di situs pada pagi hari. Lalu, mereka bisa membayar lewat aplikasi via smartphone. Di malam hari selepas kerja, pelanggan bisa mengambil barang belanjaan di toko offline. Pelanggan juga mampu mengembalikan barang yang dibeli secara online, dan menukar dengan ukuran yang lebih pas lewat toko offline. Sangat canggih, bukan?

 

Sebelum itu, simak hal-hal berikut terkait penggunaan omnichannel.

 

Namun, dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang harus diperhatikan. Pertama, pahami pengalaman pelanggan sebelum memulai omnichannel. Pahami kebiasaan pelanggan Anda dalam berbelanja dari tahap awal hingga akhir, termasuk kebiasaan pelanggan Anda berbelanja secara online maupun offline.

 

Lalu, pilihlah teknologi yang pas dengan pilihan belanja pelanggan. Jangan hanya “ikut-ikutan”. Semisal, karena pesaing banyak yang menggunakan Instagram, Anda “ikut-ikutan” buat Instagram. Padahal, dari data pelanggan Anda, dari usia maupun kebiasaan belanja, Instagram bukanlah tempat yang pas untuk menjual.

 

Terakhir, setelah Anda menemukan platform online yang baik untuk menjual barang Anda, mulailah integrasikan dengan penjualan offline Anda. Integrasikan dengan satu data tunggal, jangan terpisah. Dengan ini, pelanggan dapat merasakan pengalaman belanja yang bertahap dan tidak terputus-putus secara online maupun offline.

 

Omnichannel memang sangat membantu penjualan Anda baik online maupun offline karena dapat meningkatkan penjualan. Di masa internet ini, pelanggan tidak mau repot dan sangat tidak sabar. Mak Maka dari itu, jika Anda tidak berhati-hati dalam menentukan tahap ataupun strategi dalam omnichannel, pelanggan Anda akan merasa terbebankan dan terganggu karena tahap-tahap yang sangat banyak dan dirasa “ribet”.

 

Disinilah peran konsultan digital marketing sangat dibutuhkan agar Anda tidak salah memilih strategi maupun tahap dalam membuat omnichannel.