Storytelling menjadi terobosan promosi untuk beberapa brand. Tak hanya karena Storytelling akan menarik para calon konsumen maupun konsumen Anda secara emosional, namun juga membangun branding perusahaan Anda menjadi semakin efektif. Inilah beberapa bentuk story untuk branding yang diprediksi akan populer oleh beberapa anggota Forbes Agency Council.

 

Short Snippets akan Makin Populer

Content creator akan selalu berusaha untuk menarik para konsumen mengecek situs atau toko e-commerce mereka. Salah satu bentuk story untuk branding yang mereka lakukan adalah membuat snippet dari konten panjang mereka dan diunggah ke story Instagram ataupun YouTube. Lalu, mereka akan mengunggah video versi panjangnya di situs atau e-commerce mereka.

 

Cerita “Clickbait” akan Semakin Banyak

Dengan tantangan story Instagram yang sependek 15 detik, para marketer akan memutar otak mereka untuk membuat bentuk story untuk branding dengan menangkap perhatian para penonton dengan lebih awal dari 15 detik. Tentu saja, cara ini adalah dengan membuat cerita-cerita clickbait yang membuat para penonton akan betah terus menonton.

 

Desainer akan Semakin Dibutuhkan

Karena munculnya beberapa bentuk story untuk branding, bisnis akan mulai mengadopsi “budaya” membuat story dan akan membutuhkan semakin banyak desainer. Karena bentuk stories lebih sulit daripada pos biasanya, tentu saja mereka akan membutuhkan desainer yang lebih berpengalaman agar pesan yang ingin mereka sampaikan pun tersampaikan.

 

Kesempatan Meraih Audiens Baru akan Lebih Banyak

Google kemungkinan akan memberikan fitur story agar para perusahaan dapat menulis story mereka secara leluasa. Tentu saja ini membuat para audiens baru pun akan “datang”. Percaya atau tidak, banyak orang yang tidak terlalu menggunakan media sosial dan mereka justru lebih percaya dengan pencarian Google mereka. Hal Ini juga digunakan Google untuk memperluas pasar mereka.

 

Lebih Dekat dengan Para Konsumen

Brand semakin lebih “transparan” dalam marketing mereka. Misalnya, mereka memberi behind-the-scene dari pembuatan produk. Jadi, para konsumen akan merasa lebih dekat dan brand pun semakin terlihat otentik.

 

Pengalaman Video yang Canggih

Karena orientasi vertikal untuk format Stories, para kreator konten dan pemasar akan memutar otak mereka untuk menemukan pengalaman video yang baru dan perspektif yang baru. “Perspektif” baru ini bisa juga mengembalikan format televisi. Atau, brand akan berusaha membuat film dan acara sendiri untuk promosi mereka. 

Dalam membuat bahan stories marketing, diperlukan adanya konsultan digital marketing agar tidak salah strategi. Konsultan digital marketing akan membantu brand Anda memiliki strategi dan konsep stories yang pas untuk branding Anda.